Saham-saham komoditas tercatat menjadi sasaran pembelian lintas broker besar, sementara saham perbankan berkapitalisasi besar lebih sering muncul di sisi penjualan.
Dari sisi saham komoditas, PT Bumi Resources Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Bumi Resources Minerals Tbktercatat menjadi sasaran pembelian lebih dari satu broker besar.
Saham-saham ini muncul berulang dalam daftar top buy broker sepanjang periode pekan pendek.
Di saat yang sama, UBS Sekuritas Indonesiamuncul sebagai penjual bersih pada saham tersebut, membentuk transaksi silang antar broker besar dalam satu periode perdagangan.
Saham ANTM juga menunjukkan pola serupa. UBS Sekuritas Indonesiamembukukan pembelian bersih Rp190,2 miliar, sementara Maybank Sekuritas Indonesiamencatat pembelian Rp266,4 miliar.
Pada saham ini, sejumlah broker lain tercatat berada di sisi jual, sehingga memperlihatkan pertemuan antara pembelian dan penjualan oleh broker besar yang berbeda.
Rotasi dana ke sektor komoditas turut terlihat pada INCO dan BRMS. Pada INCO, Mandiri Sekuritasmencatat pembelian bersih Rp53,2 miliar dan ZP menyerap saham senilai Rp155,6 miliar.
BRMS dibeli oleh YP sebesar Rp41,9 miliar dan ZP sebesar Rp88,1 miliar. Kedua saham tersebut tidak muncul dominan di sisi penjualan broker besar lain selama periode yang sama.
Berbanding terbalik dengan saham komoditas, saham perbankan berkapitalisasi besar justru lebih sering tercatat sebagai objek distribusi.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbkberulang kali muncul di daftar top sell sejumlah broker besar.
XL tercatat menjual BBRI senilai Rp185,4 miliar dan BMRI Rp68,7 miliar. YP juga membukukan penjualan pada BBRI sebesar Rp152,6 miliar dan BMRI Rp54,0 miliar.
Sementara itu, ZP mencatat penjualan BBCA senilai Rp272,6 miliar serta BMRI Rp164,8 miliar selama periode yang sama.
Jika dibaca secara horizontal, pola tersebut memperlihatkan kontras antar sektor. Saham-saham komoditas cenderung menjadi tujuan pembelian lintas broker besar, sementara saham perbankan besar lebih sering muncul di sisi pelepasan.
Seluruh transaksi berlangsung dalam frekuensi tinggi, menandakan perpindahan saham dilakukan melalui banyak eksekusi kecil.
Dari sisi broker, beberapa nama tampil konsisten di sisi pembelian saham komoditas pada lebih dari satu emiten, sementara broker lain lebih dominan di sisi penjualan saham bank besar.