Sandiaga Uno menilai, ekonomi hijau dalam investasi tengah menjadi tren global. Sebab bisnis kini harus dijalankan seiring dampak positif yang ditimbulkan terhadap lingkungan, artinya bukan sekadar mencari keuntungan saja.
“Para investor, pelaku industri keuangan, regulator, akademisi, dan seluruh peserta Capitalk 2026.
Selamat datang, kini arah investasi global sekarang bergeser dari sekadar return menuju resilience sustainability and measurable social impact (Ketahanan, keberlanjutan, dan dampak sosial yang terukur),” ujarnya dalam pesan video, Jumat 27 Februari 2026.
“Green portofolio bukan tren, tapi kebutuhan strategis. Green equals, grwoth engine.
Growth engine berarti ekonomi hijau yang berpotensi menciptakan 3 juta green jobs secara nasional hingga 2030,” sebut Sandiaga.
Ia kemudian membeberkan bahwa aset ESG (Environmental, Social, and Governance) global sekarang sudah 30 triliun US Dolar. Selain itu Sandiaga menyebut pentingnya ESG dalam menjaga keberlangsungan bisnis secara keberlanjutan.
“Dengan disiplin data, risk management ESG metrics, dalat menjaga stabilitas dan affordability jangka panjang.
Resiliensi portofolio, diversifikasi sektor hijau, sektor esensial, dapat melindungi nilai aset kita yang saat ini sekarang sangat volatilitas,” terangnya.
Sandiaga juga mendorong para pelaku bisnis dan segenap pihak untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang produktif dengan pilar berbasis tiga “si”.
“Jangan lupa tiga si framework yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Inovasi teknologi, adaptasi modal, bisnis rendah karbon, dan kolaborasi publik dan swasta,” ungkapnya.
“Kemudian percepat scale up dan social impact over fast money.
Mari kita tetap disiplin secara capital management, spekulasi investasi produktif, membuka peluang usaha, menjaga harga terjangkau, dan memperluas inklusi ekonomi,” sambung Sandi.
Ia juga mengajak para investor dan para pelaku bisnis untuk bekerja sama membangun portofolio hijau.
“Portofolio hijau kita tidak hanya menguntungkan tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, memperluas kesempatan usaha, dan membawa dampak sosial yang berkelanjutan.
Terima kasih,” pungkas pria yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2018 tersebut.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.