Data menunjukkan beberapa saham tambang dan energi masuk dalam daftar saham dengan net foreign sell terbesar di Bursa Efek Indonesia
BUMI menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak dilepas investor asing. Hingga sesi I, saham BUMI mencatat net foreign sell sebanyak 258.014.300 saham.
Total penjualan asing pada saham ini mencapai 472.622.300 saham, sementara pembelian asing tercatat 214.608.000 saham.
Di posisi kedua terdapat DEWA dengan net foreign sell sebesar 47.375.500 saham. Investor asing mencatat penjualan sebanyak 71.080.600 saham, sedangkan pembelian mencapai 23.705.100 saham.
Selanjutnya, MBMA menempati posisi ketiga dengan net foreign sell 42.439.400 saham. Total penjualan asing pada saham ini tercatat 63.545.200 saham, sementara pembelian mencapai 21.105.800 saham.
CUAN juga masuk dalam daftar dengan net foreign sell 34.967.800 saham. Sepanjang sesi I, investor asing mencatat penjualan 109.553.300 saham dan pembelian 74.585.500 saham.
Sementara itu, BRMS mencatat net foreign sell 24.580.000 saham. Total penjualan asing pada saham ini mencapai 37.174.400 saham, sedangkan pembelian tercatat 12.594.400 saham.
Beberapa saham energi lainnya juga masuk dalam daftar saham yang dilepas investor asing hingga sesi I. MEDC mencatat net foreign sell 18.279.200 saham, ADRO 12.396.800 saham, serta ESSA 12.291.300 saham.
Selain saham energi, sejumlah saham dari sektor lain juga tercatat mengalami tekanan jual asing. Di antaranya BUKA dengan net foreign sell 17.534.400 saham, HUMI 15.767.300 saham, serta INET 15.580.900 saham.
Saham lain yang melengkapi daftar 20 besar net foreign sell hingga sesi I antara lain VKTR 13.547.200 saham, PADA 13.923.700 saham, PADI 12.526.100 saham, HMSP 9.192.500 saham, KIJA 8.909.200 saham, BBRI 8.609.400 saham, ENRG 8.537.400 saham, serta PTRO 8.068.000 saham.
Aktivitas transaksi di BEI juga tercermin dari daftar broker dengan nilai transaksi terbesar hingga perdagangan 5 Maret 2026.
Data menunjukkan Stockbit Sekuritas Digitalmencatat nilai transaksi tertinggi sebesar sekitar Rp2,88 triliun, diikuti UBS Sekuritas Indonesiasekitar Rp2,4 triliun serta Mandiri Sekuritassekitar Rp2,03 triliun.
Selain itu, sejumlah broker lain yang mencatat aktivitas transaksi besar antara lain Semesta Indovest Sekuritassekitar Rp838,7 miliar, J.P.
Morgan Sekuritas Indonesiasekitar Rp653,7 miliar, Ajaib Sekuritas Asiasekitar Rp641,8 miliar, serta KB Valbury Sekuritassekitar Rp630,8 miliar.