Sejumlah saham properti lain seperti CBPE, FMII, MTLA, dan DFAM juga masuk dalam jajaran penguatan tertinggi.
Saham ini juga mencatat net foreign buy sebesar Rp221,74 juta.
Selain NZIA, PT Citra Buana Prasida Tbkmenguat 24,65 persen ke level 354 dengan nilai transaksi Rp793,20 juta dan volume 23,01 ribu saham.
Sementara itu, PT Fortune Mate Indonesia Tbknaik 24,32 persen ke level 276 dengan nilai transaksi Rp536,80 juta.
Saham properti lainnya, PT Metropolitan Land Tbk, menguat 12,75 persen ke level 575 dengan nilai transaksi Rp32,65 juta.
PT Dafam Property Indonesia Tbkturut menguat 11,11 persen ke level 80 dengan nilai transaksi Rp3,94 miliar dan volume 469,18 ribu saham.
Di luar sektor properti, sejumlah saham dari sektor lain juga masuk dalam daftar top gainer. PT Soho Global Health Tbkmenguat 24,92 persen ke level 2.030 dengan nilai transaksi Rp670,96 juta.
PT MDTV Media Technologies Tbknaik 19,48 persen ke level 92 dengan nilai transaksi Rp32,51 miliar dan volume 3,49 juta saham. Saham ini mencatat frekuensi transaksi sebesar 18.610 kali dan net foreign buy Rp54,94 juta.
Saham PT Armada Berjaya Trans Tbkmenguat 16,67 persen ke level 133 dengan nilai transaksi Rp28,14 miliar dan volume 2,04 juta saham. Namun, saham ini mencatat net foreign sell sebesar Rp648,78 juta.
PT Energi Mega Persada Tbknaik 12,54 persen ke level 1.615 dengan nilai transaksi terbesar di antara top gainer, yaitu Rp397,28 miliar.
Volume transaksi tercatat sebesar 2,54 juta saham dengan frekuensi 41.180 kali serta net foreign buy Rp4,28 miliar.
Sementara itu, PT Map Boga Adiperkasa Tbkmenguat 13,89 persen ke level 1.640 dengan nilai transaksi Rp3,87 juta. Volume transaksi tercatat 26 saham dengan frekuensi 12 kali.
Dominasi saham properti terlihat dari jumlah emiten dalam sektor ini yang masuk daftar top gainer. Dari total 10 saham dengan kenaikan tertinggi, lima di antaranya berasal dari sektor properti dan real estat.