Di pasar bursa, VKTR menutup perdagangan akhir pekan, Kamis, 2 April 2026, dengan terkoreksi 4,91 persen ke level 775.
Penurunan ini datang di tengah dinamika yang lebih kompleks, bukan hanya dari sisi teknikal, tetapi juga dari perubahan struktur kepemilikan dan kinerja fundamental yang sedang berlangsung.
Tekanan jual terlihat cukup dominan jika ditarik dari struktur orderbook. Total antrean bid tercatat 247.373 lot dengan frekuensi 1.328 kali, sementara sisi offer berada di 168.114 lot dengan frekuensi 1.066 kali.
Namun, distribusi di lapisan atas memperlihatkan penumpukan offer bertahap dari level 775 hingga 820, yang menahan ruang kenaikan dalam jangka pendek meskipun sisi bid terlihat tebal.
Di area bawah, antrean beli cukup rapat, mulai dari 770 hingga 750. Antrean ini menunjukkan adanya upaya penahanan harga.
Namun tekanan jual tetap muncul secara bertahap, terutama di level psikologis 800 ke atas, yang membuat pergerakan harga tertahan dan cenderung kembali turun.
Struktur ini mencerminkan adanya tarik-menarik antara akumulasi terbatas dan distribusi yang masih berlangsung.
Analisis TeknikalĀ
Secara teknikal, posisi harga VKTR masih tertahan di sekitar MA20, yang berfungsi sebagai penahan koreksi dalam jangka pendek.
Dalam pemetaan gelombang MNC Sekuritas, posisi saat ini berada pada awal wave dari wave C dari wave, yang menempatkan saham ini dalam fase awal pembentukan pergerakan berikutnya setelah koreksi sebelumnya.
Area pergerakan terdekat berada pada rentang 715 hingga 765 sebagai zona buy on weakness. Selama harga masih berada di atas batas bawah tersebut, ruang pergerakan tetap terbuka menuju target di kisaran 860 hingga 920.
Namun, batas bawah di 685 menjadi level krusial yang perlu dijaga untuk mempertahankan struktur pergerakan tersebut.
Aksi Jual Internal
Di luar teknikal, tekanan pada saham VKTR juga datang dari sisi internal. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi perubahan kepemilikan yang cukup signifikan.
PT Bakrie Metal Industries tercatat telah melepas 551,59 juta saham pada Desember 2025 dengan nilai sekitar Rp466 miliar untuk tujuan pembayaran utang.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan turun dari 15,69 persen menjadi 6,31 miliar saham.
Perubahan kepemilikan juga berlanjut pada Maret 2026, ketika PT Kuantum Akselerasi Indonesia melepas 800 juta saham melalui skema repo. Kepemilikan yang sebelumnya sebesar 5,13 persen turun menjadi 3,30 persen.
Rangkaian transaksi ini membentuk tekanan tersendiri terhadap pergerakan saham, karena meningkatkan suplai di pasar dalam periode yang relatif berdekatan.
Kinerja Keuangan 2025
Dari sisi kinerja, VKTR mencatatkan perubahan arah pada laporan keuangan 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp11,36 miliar, berbalik dari laba Rp7,56 miliar pada tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, penjualan tetap tumbuh 8,57 persen menjadi Rp1,09 triliun, dengan kontribusi kendaraan listrik sekitar 21,1 persen terhadap total pendapatan.
Pergerakan harga saham juga mencerminkan tekanan tersebut. Sejak awal 2026, harga saham VKTR tercatat turun 28,79 persen ke level 705, dan dalam satu bulan terakhir sempat mengalami penurunan hingga 21,67 persen.
Namun, di tengah tekanan tersebut, sempat terjadi lonjakan signifikan dalam jangka pendek, yang menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi.
Dengan kombinasi antara tekanan jual dari sisi kepemilikan, perubahan kinerja keuangan, dan struktur teknikal yang masih dalam fase pembentukan, pergerakan VKTR saat ini berada dalam fase yang sensitif.
Aktivitas beli mulai muncul di area bawah, namun distribusi di sisi atas masih menjadi penahan utama, membuat arah pergerakan berikutnya bergantung pada keseimbangan kedua sisi tersebut.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.