Pada penutupan terakhir, Kamis, 2 April 2026, saham ini turun 1,75 persen ke level 2.240. Namun, struktur transaksi di baliknya memperlihatkan adanya aktivitas beli yang masih bertahan.
Dari sisi orderbook, ketidakseimbangan mulai terlihat cukup jelas. Total antrean bid tercatat mencapai 80.238 lot dengan frekuensi 1.159 kali.
Sementara di sisi offer, total antrean hanya 49.189 lot dengan frekuensi 846 kali.
Kondisi ini mencerminkan bahwa minat beli masih lebih tebal dibandingkan tekanan jual, meskipun harga bergerak turun dalam sesi terakhir.
Lapisan bid juga tampak cukup rapat di area bawah, khususnya di rentang 2.150 hingga 2.200 yang menjadi zona penyangga jangka pendek. Di sisi lain, antrean offer mulai menebal bertahap di atas 2.240 hingga 2.300.
Di sini, ada distribusi ringan yang belum dominan dan struktur ini yang membuat pergerakan IMPC cenderung tertahan di tengah, tanpa tekanan ekstrem ke salah satu arah.
Indikator Teknikal: Mulai Terjadi Jenuh Jual
Dari indikator teknikal, gambaran yang muncul cenderung campuran namun masih condong ke fase tekanan.
RSI berada di level 49,19 yang mencerminkan kondisi netral, sementara stochastic dan stochastic RSI sudah berada di area jual dan jenuh jual.
MACD tercatat negatif di -3,7, menandakan momentum penurunan masih berlangsung. Kondisi ini didukung oleh indikator lain seperti CCI dan Williams %R yang sama-sama berada di zona jual.
Namun, tekanan ini tidak disertai dengan lonjakan volatilitas. ATR berada di level 499 yang dikategorikan sebagai volatilitas rendah, sehingga pergerakan harga cenderung lebih terkendali dan tidak agresif.
Keadaan ini sering muncul pada fase konsolidasi menjelang pergerakan berikutnya, yaitu ketika pasar mulai membangun posisi secara bertahap.
Tren Beli Masih Terjaga
Dari sisi tren, posisi harga IMPC masih berada di atas mayoritas rata-rata pergerakan utama. MA5 dan MA10 masih memberikan sinyal beli, sementara MA50 hingga MA200 juga menunjukkan tren yang masih terjaga.
Hanya MA20 yang berada di atas harga saat ini, yang menjadikan area tersebut sebagai resistance dinamis terdekat dalam jangka pendek.
Jika ditarik ke kerangka pivot point, area 2.240 saat ini berada di atas pivot 1.893 dan mendekati resistance awal di kisaran 2.296.
Ini menunjukkan bahwa ruang kenaikan masih terbuka, namun perlu dorongan volume yang lebih kuat untuk menembus area tersebut.
Di sisi bawah, area support terdekat terbentuk di kisaran 2.173 hingga 2.016, yang menjadi zona penahan jika tekanan kembali meningkat.
Dalam kerangka yang digunakan MNC Sekuritas, posisi IMPC saat ini ditempatkan pada bagian wave C dari waveStruktur ini biasanya berada dalam fase lanjutan koreksi sebelum membentuk arah berikutnya.
Area spekulatif berada di kisaran 2.130 hingga 2.200, dengan target harga di 2.430 hingga 2.580, sementara batas pengamanan ditempatkan di bawah 2.010.
Menggabungkan seluruh data tersebut, pergerakan IMPC untuk perdagangan esok hari cenderung bergerak dalam fase uji keseimbangan.
Tekanan teknikal masih terasa dari indikator momentum, namun struktur orderbook dan posisi terhadap moving average menunjukkan adanya upaya penahanan di sisi bawah.
Dalam kondisi seperti ini, arah pergerakan akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area 2.200, sekaligus menguji kekuatan dorongan menuju resistance terdekat di atasnya.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.