IHSG Ditekan ke 7.026, Besok Masih Turun atau Siap Balik Arah?

Tekanan tersebut tidak datang tiba-tiba, tetapi terbentuk secara bertahap. Indeks melemah 2,19 persen ke level 7.026.

Pelemahan tersebut bergerak turun mendekati area support terdekat di 7.022. Koreksi ini disertai peningkatan tekanan jual yang terlihat dominan di sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan tersebut menempatkan IHSG dalam fase teknikal yang belum sepenuhnya stabil. Dalam pemetaan gelombang yang digunakan MNC Sekuritas, posisi indeks saat ini masih berada pada bagian wavedari wave dari wave A pada label hitam.

Struktur ini menunjukkan bahwa ruang koreksi masih terbuka, dengan area yang menjadi perhatian berada di rentang 6.745 hingga 6.849 sebagai zona berikutnya jika tekanan berlanjut.

Namun, di balik tekanan yang masih terasa, terdapat skenario alternatif yang juga mulai terbentuk. Dalam kondisi best case, IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave A pada label biru.

Jika skenario ini yang berjalan, maka indeks memiliki ruang untuk berbalik menguat dengan target ke kisaran 7.450 hingga 7.675, yang menjadi area resistance berikutnya dalam struktur pergerakan jangka pendek.

Rentang support dan resistance yang terbentuk saat ini menjadi penentu arah pergerakan pekan depan. Support terdekat berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance berada di 7.302 dan 7.434.

Pergerakan indeks di antara level ini akan mencerminkan apakah tekanan jual masih berlanjut atau mulai mereda dan digantikan oleh akumulasi baru.

Saham-saham Rekomendasi

Di tengah dinamika indeks tersebut, MNC Sekuritas melihat beberapa saham mulai membentuk struktur teknikal yang berbeda dibandingkan IHSG. IMPC misalnya, pada penutupan sebelumnya terkoreksi 1,75 persen ke level 2.240.

Namun koreksi tersebut masih disertai volume pembelian meskipun cenderung menurun.

Posisi teknikalnya saat ini berada pada bagian wave C dari wave, dengan area akumulasi yang teridentifikasi di kisaran 2.130 hingga 2.200 dan target harga berada di 2.430 hingga 2.580.

Pergerakan yang berbeda terlihat pada INDY, yang justru menguat 2,40 persen ke level 3.410.

Kenaikan ini didukung oleh dominasi volume pembelian dan kemampuan harga menembus MA60, yang menjadi salah satu indikator penting dalam perubahan tren.

Dalam struktur gelombang, INDY diperkirakan berada pada bagian wave B dari wave, dengan area buy on weakness di rentang 3.280 hingga 3.390 dan target harga di 3.550 hingga 3.710.

Sementara itu, VKTR bergerak dalam tekanan yang lebih dalam dengan koreksi 4,91 persen ke level 775. Tekanan jual memang terlihat, namun pergerakan harga masih tertahan di atas MA20, yang menahan laju penurunan lebih lanjut.

Posisi teknikalnya berada pada awal wave dari wave C dari wave, dengan area masuk di 715 hingga 765 dan target harga di 860 hingga 920.

Kondisi yang hampir serupa juga terlihat pada WIFI, yang terkoreksi lebih dalam sebesar 5,75 persen ke level 2.130. Tekanan jual membawa harga menembus MA20, namun secara struktur masih berada dalam wave C dari wave

Area spekulatif berada di kisaran 2.040 hingga 2.120, dengan target harga di 2.420 hingga 2.700.

Pergerakan saham-saham ini memperlihatkan bahwa di tengah pelemahan indeks, tidak seluruh saham bergerak seragam.

Sebagian mulai menunjukkan fase pembentukan struktur baru, baik dalam bentuk akumulasi bertahap maupun penguatan teknikal yang mulai terbentuk.

Pola ini menjadi penting karena sering kali muncul pada fase transisi pasar, ketika tekanan indeks masih berlangsung namun rotasi mulai terjadi di tingkat saham individual.

Dengan struktur IHSG yang masih berada dalam fase korektif dan saham-saham tertentu mulai membentuk pola masing-masing, perdagangan pekan depan akan bergerak dalam dua kemungkinan yang berjalan bersamaan.

Tekanan indeks masih menjadi latar utama, sementara peluang tetap muncul pada saham dengan struktur teknikal yang mulai terbentuk.