Salah satu contoh suksesnya usaha kue rumahan dilakukan Tantiningsih, perempuan asal Semarang, Jawa Tengah.
Kisah usaha ini dimulai setelah Tantiningsih berhenti bekerja pada 2016. Saat itu ia memilih membangun usaha kue dan roti secara mandiri.
Perjalanan yang dimulai dari keterbatasan modal itu, perlahan berkembang setelah mendapat dukungan dari ekosistem BRI Group.
Tantiningsih memulai usahanya pada 2017 dengan peralatan sederhana dan kapasitas produksi terbatas.
Selain itu minimnya akses pembiayaan, diakui menjadi kendala utama yang sempar menghambat pengembangan usaha miliknya. Hal ini membuat ia mendaftar ke PNM Mekaar guna mengatasi tantangan tersebut.
“Sekitar tahun 2017, saya mulai berinisiatif membuka usaha kue dan roti karena memang senang membuat kue, apalagi saat itu saya sudah tidak bekerja sejak 2016. Namun, kendala terbesar yang saya hadapi adalah keterbatasan modal.
Hingga akhirnya pada tahun 2020, saya bertemu dengan PNM Mekaar dan memutuskan untuk mendaftar sebagai nasabah dengan tekad untuk mengembangkan usaha secara lebih serius,” ujarnya lewat keterangan resmi, Minggu 5 April 2026.
Titik balik usaha yang digeluti Tantiningsih terjadi pada 2020, setelah ia bergabung dengan program PNM Mekaar.
Melalui skema pembiayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro Bank Rakyat Indonesia Group, Tantiningsih memperoleh modal awal untuk membeli peralatan produksi.
Seiring waktu, usahanya mulai menunjukkan pertumbuhan. Permintaan meningkat, produksi bertambah, dan kepercayaan diri dalam mengelola bisnis semakin kuat.
Kemudian pada 2022, ia kembali mendapatkan tambahan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk.
Kini, usaha yang berawal dari dapur sederhana telah menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Tantiningsih juga berhasil memiliki tempat usaha yang lebih layak, seiring meningkatnya pendapatan.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat IndonesiaTbk atau BRI, Dhanny mengatakan, sinergi Holding Ultra Mikro tidak hanya membuka akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha agar pelaku UMKM dapat tumbuh berkelanjutan.
“Perjalanan Tantiningsih menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi BRI Group melalui Holding Ultra Mikromampu membuka akses bagi pelaku usaha ultra mikro untuk bertumbuh secara bertahap, berkembang, memperluas kapasitas usaha, hingga memperkuat kemandirian ekonomi,” jelas Dhanny.
Sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan, program PNM Mekaar dirancang untuk memberdayakan perempuan prasejahtera yang belum tersentuh layanan perbankan formal.
Skema ini menawarkan pembiayaan tanpa agunan disertai pendampingan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, program tersebut mencatat dampak signifikan. Sebanyak 1,4 juta debitur PNM tercatat naik kelas, mencerminkan peningkatan kapasitas usaha sekaligus perluasan akses keuangan formal bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.