Merujuk laporan keberlanjutan 2025, total konsumsi energi Alamtri mencapai 20.131,44 terajoule, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 20.012,25 TJ dan 2023 sebesar 18.251,85 TJ.
Kenaikan konsumsi energi tersebut terutama ditopang oleh penggunaan energi tidak terbarukan yang masih mendominasi.
Pada 2025, konsumsi energi non terbarukan tercatat 14.071,99 TJ, relatif stabil dibandingkan 2024 sebesar 14.047,63 TJ, namun meningkat dibandingkan 2023 sebesar 13.029,99 TJ.
Dari sisi komposisi, penggunaan diesel menjadi kontributor terbesar dengan volume mencapai 11.189,26 TJ pada 2025, diikuti batu bara sebesar 2.868,77 TJ. Sementara itu, konsumsi LPG relatif stabil di level 0,01 TJ.
Di sisi lain, konsumsi energi terbarukan menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Total konsumsi energi terbarukan Alamtri mencapai 6.059,45 TJ pada 2025, naik dari 5.964,62 TJ pada 2024 dan 5.221,86 TJ pada 2023.
Peningkatan ini terutama didorong oleh penggunaan biodiesel yang mencapai 5.984,02 TJ pada 2025, serta biomassa sebesar 74,53 TJ.
Adapun kontribusi energi suryamasih relatif kecil meski meningkat menjadi 0,91 TJ dibandingkan tahun sebelumnya 0,18 TJ.
Manajemen Alamtri menyampaikan, peningkatan konsumsi energi pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh meningkatnya volume produksi di anak-anak perusahaan.
“Meski demikian, AlamTri tetap berupaya mengendalikan konsumsi energi melalui evaluasi pola konsumsi energi, peningkatan efisiensi peralatan, serta penerapan langkah-langkah penghematan energi secara berkelanjutan guna menyeimbangkan kebutuhan operasional dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tulis manajemen.
Manajemen Alamtri menyebut, sepanjang periode pelaporan perusahaan telah melaksanakan berbagai inisiatif efisiensi energi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja energi dan menurunkan konsumsi energi per satuan aktivitas, sekaligus mendukung pengurangan emisi secara bertahap.
Selain efisiensi energi, Perusahaan juga mulai mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional pendukung, sepanjang memungkinkan dan sesuai dengan kondisi teknis serta kebutuhan operasional seperti penggunaan bahan bakar biodiesel B40.
“Di samping penggunaan biodiesel, AlamTri juga melanjutkan implementasi biomassa di PLTU MSW dan komposisi baurannya telah mencapai 5,04 persen energi primer,” tulis manajemen.
Selain substitusi bahan bakar, AlamTri juga mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem operasional melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga suryadi berbagai lokasi.
Di lokasi PLTU MSW, AlamTri telah mengoperasikan solar PV berkapasitas total 200 kWp yang menghasilkan konsumsi listrik sebesar 252,78 MWh pada tahun 2025.
Perusahaan juga menambah kapasitas solar PV ground mounting sebesar 200 kWp yang mulai dioperasikan pada tahun 2026 untuk mendukung kebutuhan listrik operasional pembangkit secara lebih berkelanjutan.
MC dan LC juga telah menggunakan solar PV sebagai sumber listrik untuk beberapa lampu penerangan jalan umum dan jembatan di hauling road.
Manajemen Alamtri menyimpulkan bahwa sepanjang tahun 2025, fokus kinerja transisi energi perusahaan diarahkan pada optimalisasi kinerja pembangkit energi terbarukan yang telah terpasang, peningkatan kontribusi energu baru terbarukandalam bauran energi internal, serta evaluasi dampak pengurangan emisi yang dihasilkan dari penggunaan biodiesel, biomassa dan energi surya.
“Integrasi berkelanjutan antara bahan bakar rendah karbon dan EBT ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon Perusahaan, serta memperkuat ketahanan energi dan keberlanjutan operasional jangka panjang,” tulis manajemen Alamtri.