Dibuka Hijau ke Level 7.148, IHSG Kuat Meski Asing Terus Jual Saham

Penguatan ini mencerminkan rebound pasar setelah sebelumnya mengalami tekanan jual, meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp754,26 miliar dengan volume 11,44 juta lot dan frekuensi 60,76 ribu kali transaksi.

Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,78 triliun, dengan nilai jual mencapai Rp5,49 triliun dan beli Rp3,71 triliun di seluruh pasar.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang berada di zona hijau. Sektor basic industry memimpin kenaikan sebesar 3,50 persen, diikuti sektor industrial naik 2,78 persen dan infrastruktur 2,71 persen.

Sektor keuangan juga menguat 2,00 persen, sementara sektor energi naik 0,97 persen. Adapun sektor teknologi mencatatkan kenaikan 1,43 persen dan sektor transportasi naik 1,89 persen.

Kenaikan lebih moderat terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,19 persen serta sektor non-cyclical 1,12 persen.

Dari jajaran saham, PT Ifishdeco Tbkyang bergerak di sektor pertambangan nikel menjadi top gainer setelah melonjak 600 poin atau 21,43 persen ke level 3.400.

Disusul PT Arthavest Tbkdari sektor investasi yang naik 510 poin atau 17,35 persen ke harga 3.450. PT Putra Mandiri Jembar Tbkdi sektor otomotif juga menguat 23 poin atau 15,23 persen ke level 174.

Selanjutnya, PT Ace Oldfields Tbkyang bergerak di sektor manufaktur peralatan pengecatan naik 11 poin atau 10,00 persen ke level 121.

Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbkdari sektor energi terbarukan menguat 400 poin atau 8,60 persen ke level 5.050.

Di sisi lain, tekanan terjadi pada beberapa saham. PT Sinergi Inti Plastindo Tbkdi sektor plastik turun 9 poin atau 8,49 persen ke level 97.

PT Indo Oil Perkasa Tbkdari sektor perdagangan minyak sawit melemah 24 poin atau 8,45 persen ke harga 260.

PT Jakarta International Hotels & Development Tbkyang bergerak di sektor properti dan perhotelan turun 36 poin atau 7,20 persen ke level 464.

Kemudian, PT Aracord Nusantara Group Tbkmengalami penurunan 90 poin atau 7,03 persen ke harga 1.190. PT Elnusa Tbkdari sektor jasa energi juga melemah 50 poin atau 6,99 persen ke level 665.

Meski IHSG menunjukkan penguatan pada awal perdagangan hari ini, tekanan jual asing masih menjadi perhatian pelaku pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen global dan faktor eksternal masih mempengaruhi pergerakan indeks.

Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 0,26 persen ke level 6.971 dan masih berada dalam fase rawan koreksi.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wavedari wave dari wave A, sehingga berpotensi melemah ke area 6.745 hingga 6.849.

Namun, dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.323 hingga 7.450 dengan level support di 6.917 dan 6.846 serta resistance di 7.207 dan 7.302.