Selama Tujuh Bulan Penjualan Mobil RI Jeblok 10,1 Persen

Mengutip data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil secara wholesales (dari pabrikan ke dealer) sebesar 435.390 unit atau turun sebesar 10,1 persenSedangkan untuk penjualan retail (dari dealer ke konsumen) pada Januari-Juli 2025 sebesar 453.327 unit atau turun 10,8 persen yoy.

Dari sisi wholesales (distribusi pabrik ke dealer), penjualan dimulai pada Januari dengan 61.955 unit, melonjak signifikan pada Februari menjadi 72.344 unit dan sedikit terkoreksi pada Maret menjadi 70.916 unit.

Penurunan tajam terjadi pada April, yang hanya mencatat 51.208 unit, seiring efek libur panjang Lebaran yang memangkas hari kerja dan aktivitas distribusi.

Memasuki Mei, pasar mulai pulih dengan 60.616 unit, diikuti sedikit penurunan pada Juni ke 57.799 unit.

Dari kanal retail, tren serupa terlihat.

Awal tahun yang kuat dengan 64.029 unit pada Januari, terus meningkat hingga Maret di 76.582 unit, kemudian anjlok pada bulan April menjadi 57.031 unit sebelum kembali naik pada bulan Meidan bertahan stabil pada Juni

Dari sisi merek, Toyota memimpin telak sepanjang Januari-Juli dengan total 142.751 unit atau 32,8 persen pangsa pasar, diikuti Daihatsu dengan 74.856 unit, sementara Honda, Mitsubishi Motors, dan Suzukimenempati posisi berikutnya.

Struktur pasar berdasarkan kategori juga relatif konsisten, di mana segmen mobil penumpang 4×2 menjadi kontributor utama dengan sekitar 249 ribu unit, disusul LCGC 4×2 sekitar 73 ribu unit, serta segmen niaga ringan seperti pick-up kurang dari 5 ton dengan 52 ribu unitdan double-cab sebesar 12 ribu unit

Kombinasi pertumbuhan awal tahun, penurunan musiman di April, dan pemulihan bertahap hingga Juni menandai penjualan selama tujuh bulan ini sebagai periode yang stabil namun tetap dipengaruhi pola musiman tahunan.

Menanggapi terkait penurunan penjualan mobil selama beberapa tahun belakangan, pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menilai, penurunan penjualan mobil terjadi karena adanya kemerosotan kelas menengah di Indonesia yang merupakan penggerak ekonomi.