Sepanjang awal sesi, indeks bergerak stabil di zona hijau setelah sebelumnya ditutup menguat, mencerminkan masih adanya minat beli investor meskipun tekanan eksternal seperti pelemahan rupiah masih membayangi.
Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 6,90 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp445,34 miliar dari 57,95 ribu transaksi.
Aktivitas ini mengindikasikan likuiditas pasar yang masih terjaga di awal sesi perdagangan.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau.
Sektor basic industry atau bahan baku mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,49 persen, diikuti sektor teknologi yang menguat 0,93 persen, serta sektor industrial yang naik 0,78 persen.
Sektor properti dan cyclical juga menunjukkan penguatan masing-masing sebesar 0,67 persen dan 0,64 persen, mencerminkan optimisme terhadap konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, sektor energi naik 0,46 persen, sektor infrastruktur menguat 0,54 persen, dan sektor non-cyclical atau barang konsumsi primer naik 0,52 persen.
Adapun sektor keuangan dan kesehatan bergerak terbatas masing-masing sebesar 0,05 persen, menunjukkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah suku bunga dan nilai tukar.
Di jajaran saham unggulan, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbkdari sektor keuangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 24,93 persen ke level 4.760.
Disusul PT Calcius Global Ventures Tbkyang bergerak di sektor investasi dan teknologi, naik 10,94 persen ke level 710.
Selanjutnya, PT Ricky Putra Globalindo Tbkyang bergerak di sektor tekstil dan garmen menguat 10,64 persen ke level 104.
PT Perdana Bangun Pusaka Tbkdari sektor perdagangan besar naik 10,07 persen ke level 3.280, serta PT Agro Bahari Nusantara Tbkdari sektor perikanan dan agribisnis menguat 9,95 persen ke level 1.215.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada beberapa saham yang masuk dalam daftar top losers. PT Formosa Ingredient Factory Tbkdari sektor bahan baku turun 11,76 persen ke level 270.
PT Minahasa Membangun Hebat Tbkdari sektor konstruksi melemah 9,09 persen ke level 440.
Kemudian, PT Yanaprima Hastapersada Tbkyang bergerak di sektor kemasan plastik turun 7,75 persen ke level 1.190.
PT Indospring Tbkdari sektor otomotif dan komponen terkoreksi 6,70 persen ke level 418, serta PT Esta Indonesia Tbkdari sektor konsumer melemah 5,61 persen ke level 505.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG di awal sesi menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya tahan, meskipun di tengah tekanan eksternal seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global.
Pergerakan sektor yang relatif merata juga mencerminkan adanya rotasi investasi di berbagai lini industri.
Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek di tengah rupiah yang terus melemah.
MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG saat ini berada dalam fase akhir penguatan teknikal sebelum berpotensi mengalami tekanan.
“IHSG menguat 1,22 persen ke 7057 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Saat ini, posisi pergerakan IHSG saat ini sedang berada bagian dari wave dari wave A dari waveHal tersebut berarti, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6,645-6,838, meskipun menguat dapat perhatikan 7,143-7,188 sebagai target terdekat,” tulis riset MNC Sekuritas.