Keputusan tersebut diambil seiring kinerja perseroan yang dinilai positif sepanjang 2025 hingga kuartal I 2026.
Perseroan menyebut performa keuangan yang tetap tumbuh menjadi dasar pembagian dividen kepada pemegang saham tahun ini.
Pada kuartal I 2026, ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar atau tumbuh 27,5 persen secara tahunan. Sementara laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp7,4 miliar.
Kinerja tersebut terutama ditopang kontribusi bisnis retail mobil bekas yang menjadi penyumbang utama pendapatan ASLC.
Pada 2025, kontribusi terhadap total pendapatan perseroan mencapai 72,8 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 82,7 persen pada kuartal pertama 2026.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengatakan pertumbuhan bisnis menjadi landasan optimisme perseroan terhadap prospek kinerja tahun ini.
“Pendapatan pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51% YoY.
Mengingat kontribusi yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat mengesankan ini memberi landasan yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” kata Jany Candra.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas rencana pembelian kembali saham atau buyback saham dengan jumlah maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Manajemen menyebut salah satu tujuan buyback saham tersebut untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham ASLC di pasar.
Di sisi ekspansi bisnis, ASLC menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit pada 2026. Untuk mendukung target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expendituresebesar Rp15-20 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membuka dua hingga tiga cabang baru di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
“Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” ujar Jany.