Keputusan pembagian dividen tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunanpada 19 Mei 2026. Perseroan menyebut dividen tersebut akan dibagikan kepada 22.374.111.088 saham perseroan.
Melansir dari keterbukaan informasi, Kamis, 21 Mei 2026, perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp0,04 per saham.
Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 29 Mei 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Juni 2026.
Sementara cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 3 Juni 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 4 Juni 2026. Adapun tanggal pembayaran dividen ditetapkan pada 11 Juni 2026.
Perseroan menyatakan pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Sahampada 3 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembagian dividen tersebut didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 31 Desember 2025. Dalam dokumen keterbukaan informasi, INET mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp24,48 miliar.
Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp27,62 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp429,21 miliar. Perseroan juga menjelaskan dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Kinerja Keuangan dan Saham INET
Emiten INET mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal I-2026, meski pergerakan saham perseroan dalam jangka pendek mengalami tekanan.
Berdasarkan data Stockbit, laba bersih INET pada kuartal I-2026 mencapai Rp14 miliar, naik dibanding laba bersih kuartal I-2025 sebesar Rp2 miliar dan kuartal I-2024 sebesar Rp529 juta.
Secara tahunan, laba bersih perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp24 miliar, meningkat dibanding 2024 sebesar Rp1 miliar.
Dari sisi pertumbuhan, INET mencatat kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 3.069,63 persen secara year on yearSementara pertumbuhan laba kotor mencapai 789,05 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 790,61 persen.
Pendapatan perseroan secara trailing twelve monthstercatat sebesar Rp463 miliar dengan laba bersih TTM mencapai Rp37 miliar.
Pada laporan profitabilitas, margin laba kotor kuartalan tercatat sebesar 11,99 persen, operating profit margin 7,53 persen, dan net profit margin sebesar 3,56 persen.
Dari sisi neraca, INET memiliki total aset sebesar Rp5,69 triliun dengan total ekuitas Rp3,73 triliun. Posisi kas perseroan tercatat sebesar Rp4,49 triliun hingga kuartal I-2026.
Sementara total liabilitas tercatat Rp1,95 triliun dengan total utang sebesar Rp1,53 triliun. Debt to equity ratioperseroan berada di level 0,42 kali.
Data solvabilitas menunjukkan current ratio dan quick ratio masing-masing berada di level 3,70 kali. Adapun interest coverage ratio tercatat sebesar 3,04 kali.
Di pasar saham, pergerakan saham INET dalam jangka pendek mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan yang diunggah pengguna, saham INET ditutup melemah 14,17 persen ke level Rp218.
Dalam sepekan terakhir, saham INET turun 23,24 persen. Secara bulanan saham melemah 33,94 persen dan terkoreksi 53,22 persen secara year to date
Meski demikian, dalam periode satu tahun saham INET masih mencatat kenaikan sebesar 122,45 persen.
Data perdagangan menunjukkan saham INET ditransaksikan sebanyak 2,81 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp65,7 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 14.462 kali.