Penandatanganan kontrak kerja sama disampaikan pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibitionke-50 di Indonesia Convention Exhibitionpada Rabu, 20 Mei 2026.
Adapun, WK Nawasena mencakup area seluas sekitar 7.031 km² di daratan dan lepas pantai Provinsi Jawa Timur.
Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MEDC bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contractcost recovery.
Perlu diketahui, Nawasena berdekatan dengan wilayah kerja MedcoEnergi yang telah beroperasi, yaitu PSC Sampang dan PSC Madura Offshore, sehingga memungkinkan monetisasi sumber daya Nawasena dengan cepat melalui infrastruktur yang ada.
Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi mengatakan, Medco Energi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional.
MEDC Awali 2026 dengan Kinerja Kuat
Seperti diberitakan sebelumnya, MEDC mencatat kinerja solid pada kuartal I 2026. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.
Merujuk laporan keuangan yang telah dipublikasikan, pada tiga bulan pertama 2026, MEDC mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD17,62 juta.
Angka ini naik dari USD20,53 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba tersebut tidak lepas dari catatan pendapatan positif yang didapat emiten minyak dan gas bumi ini. Pendapatan MEDC pada kuartal I 2026 sebesar USD668,31 juta naik dari USD560,47 juta pada periode serupa tahun lalu.
Pendapatan utama didukung dari kontrak dengan pelanggan yang sebesar USD654,35 juta. Adapun beban pokok pendapatan dan biaya langsung MEDC sebesar USD436,57, naik dari sebelumnya yang senilai USD331,19 juta.
Kendati demikian, MEDC tetap bisa membukakan laba kotor sebesar USD231,74 juta, relatif stabil dibandingkan USD229,28 juta pada periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan dari operasi yang dilanjutkan naik menjadi USD149,73 juta dari USD91,84 juta.
Setelah dikurangi pajak penghasilan sebesar USD77,76 juta, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD71,97 juta.
Pindah ke neraca, total aset MEDC per 31 Maret 2026 sebesar USD8,27 miliar, atau sedikit menurun dari posisi akhir 2025 yang sebanyak USD8,36 miliar.
Sementara total liabilitas menurun menjadi USD5,87 miliar dari USD6,00 miliar. Adapun total ekuitas perseroan naik menjadi USD2,41 miliar dari USD2,36 miliar pada akhir Desember 2025.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.