Sebanyak sembilan saham dijadwalkan memasuki cum date dividen pada 29 Mei 2026.
Daftar tersebut terdiri dari PT Pulau Subur Tbk, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, PT Prima Globalindo Logistik Tbk, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, PT Indo Acidatama Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, PT Citra Tubindo Tbk, PT Trans Power Marine Tbk, dan PT Soho Global Health Tbk
Di antara seluruh emiten tersebut, saham PT Golden Energy Mines Tbk atau GEMS menjadi yang paling mencolok. Emiten batu bara Grup Sinar Mas itu membagikan dividen sebesar Rp237,95 per saham.
Jika mengacu pada harga saham GEMS di level 7.675 pada perdagangan sesi berjalan Selasa, 26 Mei 2026, maka yield dividen tunai yang dibagikan mencapai sekitar 3,1 persen hanya dari satu kali pembagian.
Angka tersebut menjadi salah satu yield terbesar di antara emiten yang masuk jadwal cum date pekan ini.
Dividen History GEMS
Menariknya, GEMS memang dikenal cukup agresif membagikan dividen dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pada 2025, perusahaan juga membagikan dividen Rp277 per saham.
Bahkan pada 2024, GEMS sempat membagikan dividen jumbo mencapai Rp309,15 per saham. Artinya, dalam tiga tahun terakhir total dividen yang dibagikan perusahaan sudah mencapai sekitar Rp824 per saham.
Kebijakan dividen besar tersebut tidak lepas dari tingginya arus kas sektor batu bara saat harga komoditas masih berada di level relatif tinggi.
GEMS menjadi salah satu emiten yang dikenal rutin membagikan laba dalam porsi besar kepada pemegang saham.
Saham GEMS Terkoreksi Signifikan
Meski memiliki histori dividen menarik, pergerakan saham GEMS pada sesi perdagangan hari ini justru terlihat melemah. Hingga sesi berjalan, saham GEMS turun 75 poin atau terkoreksi 0,97 persen ke level 7.675.
Saham sempat dibuka di level 7.750 dan bergerak dalam rentang harian 7.650 hingga 7.775. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp522,9 miliar dengan volume perdagangan 679 lot.
Dari sisi orderbook, tekanan jual terlihat masih lebih dominan dibanding antrean beli. Total offer mencapai sekitar 1.555 lot sementara total bid berada di kisaran 583 lot.
Antrian jual terbesar terlihat di area 7.725 dengan volume 190 lot dan area 7.800 sebesar 155 lot. Sementara di sisi bid, antrean beli terbesar berada di level 7.650 sebanyak 87 lot.
Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar mulai melakukan penyesuaian posisi menjelang cum date dividen.
Pola seperti ini cukup umum terjadi pada saham dengan yield besar, ketika sebagian investor mulai melakukan profit taking mendekati batas akhir pembelian dividen.
Area 7.650 Support Jangka Pendek
Meski begitu, area 7.650 kini menjadi support jangka pendek penting bagi GEMS. Bila area tersebut mampu bertahan, saham masih berpeluang menguji resistance di kisaran 7.775 hingga 7.800.
Sebaliknya, bila tekanan jual berlanjut pasca cum date, saham berpotensi bergerak lebih rendah mengikuti penyesuaian dividen atau dividend adjustment.
Pasar kini mulai menunggu apakah yield besar GEMS masih cukup menarik untuk menahan aksi distribusi jangka pendek.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.