Di tengah koreksi ANTM yang turun dari area 3.700 menuju 2.900-an, broker asing tersebut justru terlihat agresif masuk dan menyerap saham saat pasar sedang panik.
Data broker summary menunjukkan BK bergerak sangat aktif hampir sepanjang Mei. Menariknya, pola transaksi JP Morgan di ANTM tidak berlangsung satu arah, melainkan bergantian antara distribusi besar dan akumulasi agresif.
Pada awal Mei, BK masih terlihat melakukan distribusi. Tanggal 4 Mei 2026, JP Morgan tercatat net sell sekitar Rp9,3 miliar di harga rata-rata 3.790.
Tekanan jual berlanjut pada 5 Mei dengan net sell Rp1,9 miliar dan makin membesar pada 11 Mei ketika BK melepas sekitar Rp31,7 miliar saham ANTM di average 3.632.
Distribusi terbesar bahkan terjadi pada 12 Mei dengan nilai mencapai Rp114,7 miliar di harga rata-rata 3.579.
Namun setelah tekanan besar tersebut, pola transaksi mulai berubah. Pada 6 Mei dan 7 Mei, BK sempat berbalik melakukan akumulasi masing-masing Rp27,6 miliar dan Rp36,4 miliar.
Perubahan arah makin terlihat memasuki paruh kedua Mei. Pada 19 Mei, JP Morgan kembali mencatat net buy besar Rp59,7 miliar di average 2.992.
Akumulasi tersebut berlanjut pada 22 Mei sebesar Rp14,1 miliar dan kembali membesar pada 26 Mei mencapai Rp50 miliar di harga rata-rata 3.030. Pola itu memperlihatkan BK mulai agresif menyerap saham ketika ANTM bergerak di area bawah 3.000.
Pergerakan tersebut terjadi ketika saham ANTM sedang mengalami tekanan cukup tajam. Pada perdagangan 26 Mei 2026, ANTM ditutup di level 2.960 atau turun 3,58 persen.
Saham sempat bergerak dari high 3.150 hingga low 2.960 dengan nilai transaksi mencapai Rp498,8 miliar. Volume perdagangan juga sangat ramai mencapai 1,65 juta lot dengan frekuensi lebih dari 30 ribu kali transaksi.
Meski harga turun, foreign flow justru mulai menunjukkan perubahan arah. Pada perdagangan terakhir, foreign buy tercatat Rp154,5 miliar, lebih tinggi dibanding foreign sell Rp143,4 miliar.
Bid Tebal di Rentang 2.900-2.960
Dari sisi orderbook, area bid mulai terlihat cukup tebal di rentang 2.900 hingga 2.960. Antrean terbesar berada di level 2.950 sebanyak 40.920 lot dan level 2.960 sebanyak 31.861 lot.
Namun tekanan offer juga belum hilang. Area 3.050 hingga 3.070 masih dipenuhi antrean jual besar yang menunjukkan pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan distribusi.
Pasar kini mulai membaca bahwa JP Morgan kemungkinan sedang melakukan reposisi di ANTM setelah tekanan harga cukup dalam sepanjang Mei.
Perubahan pola dari distribusi besar ke akumulasi agresif di area bawah sering kali menjadi sinyal awal bahwa broker asing mulai melihat valuasi yang lebih menarik.
Apalagi ANTM termasuk salah satu saham yang sangat sensitif terhadap sentimen harga emas dan nikel global. Ketika harga terkoreksi tajam menuju area psikologis penting, broker besar biasanya mulai masuk bertahap untuk membangun posisi.
Meski begitu, pergerakan ANTM saat ini masih berada dalam fase tarik-menarik. Area 2.900 menjadi support penting yang sedang dijaga pasar.
Sementara area 3.100 hingga 3.150 kini berubah menjadi resistance jangka pendek setelah beberapa kali gagal ditembus.
Jika ANTM mampu bertahan di atas area 2.900 dan volume akumulasi asing terus membesar, ruang rebound menuju area 3.200 hingga 3.300 mulai terbuka.
Namun apabila tekanan jual kembali muncul dan area 2.900 gagal dipertahankan, saham ini masih berisiko melanjutkan konsolidasi lebih dalam pada perdagangan awal Juni.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.