Dalam waktu kurang dari satu bulan, saham grup Sinarmas itu ambruk dari area 1.400-an hingga menyentuh level 432. Terdepaknya saham dari indeks MSCI dan FTSE Russel jadi salah satu penyebab.
Pada perdagangan 26 Mei 2026, DSSA kembali menyentuh auto reject bawahsetelah ditutup turun 10 persen ke level 432. Saham bahkan sempat menyentuh low harian di 432 dengan nilai transaksi mencapai Rp402,2 miliar dan volume 8,52 juta lot.
Tekanan di saham ini sebenarnya sudah berlangsung sejak awal Mei. Pada 5 Mei 2026, DSSA masih diperdagangkan di level 1.485.
Namun setelah itu, saham bergerak turun hampir tanpa jeda. Dalam rentang 5 Mei hingga 26 Mei 2026, DSSA mencatatkan koreksi sekitar 70,9 persen dari 1.485 menjadi 432.
Penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan foreign sell yang sangat besar. Berdasarkan akumulasi data perdagangan selama Mei 2026, total net foreign sell DSSA mencapai sekitar Rp878 miliar.
Angka itu berasal dari hampir seluruh hari perdagangan yang dipenuhi distribusi asing besar. Bahkan tidak ada satu hari pun selama periode yang ditampilkan mencatat net foreign buy.
Tekanan terbesar terjadi pada:
- 12 Mei 2026 dengan net foreign sell Rp140,11 miliar
- 21 Mei 2026 sebesar Rp119,29 miliar
- 26 Mei 2026 sebesar Rp116,55 miliar
- 11 Mei 2026 sebesar Rp115,86 miliar
- 20 Mei 2026 sebesar Rp113,68 miliar
Bahkan ketika nilai transaksi harian melonjak di atas Rp300 miliar, asing tetap tercatat agresif melepas saham. Pada 19 Mei 2026 misalnya, nilai transaksi mencapai Rp352,33 miliar tetapi net foreign sell masih mencapai Rp83,06 miliar.
Pola tersebut menunjukkan tekanan di DSSA bukan sekadar profit taking normal, melainkan distribusi besar yang berlangsung bertahap dan konsisten.
Pasar terlihat terus mencari level keseimbangan baru setelah saham turun sangat dalam dalam waktu singkat.
Dari sisi teknikal, kondisi DSSA kini masih sangat berat. Indikator teknikal menunjukkan rangkuman “sangat jual” dengan dominasi sinyal negatif hampir di seluruh indikator utama.
RSI berada di level 36,5 dan Williams %R menyentuh -100 yang menandakan kondisi oversold. Namun tekanan tren turun masih sangat dominan karena seluruh moving average jangka pendek hingga menengah masih memberikan sinyal jual.
MA5 DSSA kini berada di area 2.360, jauh di atas harga terakhir 432. MA10 berada di 3.184 dan MA20 di 2.500, memperlihatkan betapa ekstrem kejatuhan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, kondisi oversold mulai membuat pasar berspekulasi terhadap potensi technical rebound jangka pendek. Volume transaksi yang terus membesar saat harga turun juga menunjukkan saham ini mulai menjadi arena spekulasi trader agresif.
Namun secara struktur, tren DSSA masih belum menunjukkan tanda pembalikan kuat. Selama tekanan foreign sell belum mereda dan saham belum mampu kembali menembus area psikologis 500 hingga 600, risiko volatilitas ekstrem masih sangat tinggi.
Apabila volume dan momentum spekulatif membesar, ruang pantulan bahkan bisa melebar ke area 700 sampai 800 karena struktur penurunan sebelumnya terlalu curam.
Namun skenario itu masih bersifat trading rebound, bukan pembalikan tren jangka menengah.
Sebaliknya, apabila tekanan foreign sell kembali besar dan area 400 gagal dipertahankan, DSSA berisiko masuk fase panic selling lanjutan.
Dalam kondisi tersebut, pasar akan kembali mencari dasar harga baru karena belum ada support historis kuat di bawah area sekarang.
Karena itu, Juni kemungkinan menjadi bulan penentuan bagi DSSA.
Pasar akan melihat apakah saham ini mulai membentuk fase stabilisasi setelah kejatuhan ekstrem, atau justru masih melanjutkan distribusi besar yang sudah berlangsung sepanjang Mei.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.