Nilai tersebut setara dengan dividend yield sekitar 16 persen berdasarkan harga penutupan saham perseroan pada perdagangan 25 Mei 2026.
Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengatakan keputusan pembagian dividen mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga kesinambungan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika industri yang masih menantang.
“Pembagian dividen tahun ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang perseroan,” ujar Suwito dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.
Perusahaan yang bergerak di sektor konsumer otomotif tersebut membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun sepanjang 2025. Sementara laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp462 miliar.
Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan perseroan tumbuh sekitar 1 persen. Adapun laba bersih melonjak 19 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu dinilai mencerminkan kondisi industri otomotif dan mobilitas nasional yang masih bergerak dalam tekanan.
Pelemahan daya beli masyarakat, tantangan pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi permintaan di sejumlah segmen usaha menjadi faktor yang membentuk dinamika bisnis sepanjang tahun lalu.
Manajemen menyebut perseroan tetap mampu menjaga performa usaha tetap sehat melalui pendekatan bisnis yang lebih selektif, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan pasar.
MPMX juga terus menitikberatkan strategi pada disiplin operasional, efisiensi biaya, pengelolaan risiko yang prudent, serta optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga kualitas pertumbuhan jangka panjang.
Kondisi fundamental dan kinerja perusahaan yang masih solid menjadi salah satu landasan perseroan dalam memutuskan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham tahun ini.
Di tengah tekanan industri otomotif yang belum sepenuhnya pulih, manajemen menegaskan fokus utama perusahaan tetap diarahkan pada penguatan kualitas bisnis dan keberlanjutan fundamental usaha.
“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar,” kata Suwito.