Foreign Buy Rp6,12 Triliun Gagal Tahan Tekanan IHSG

Indeks utama bursa merosot 3,48 persen atau 206,81 poin menuju level 5.734,26. Penurunan ini terjadi di tengah tingginya nilai transaksi bursa yang menembus angka Rp12,18 triliun.

Investor asing sejatinya mencatatkan nilai pembelian kotoryang sangat masif hingga Rp6,12 triliun. Namun, aliran dana segar bernilai jumbo ini gagal mengangkat indeks dari zona merah.

Kondisi ini mencerminkan tingginya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar raksasa.

Total nilai penjualan asingtercatat sebesar Rp5,94 triliun di seluruh pasar reguler dan negosiasi. Hitungan ini membuat investor asing masih membukukan pembelian bersihsenilai Rp179 miliar secara total.

Angka arus masuk modal positif ini tetap tidak mampu menahan kejatuhan indeks secara keseluruhan.

Kejatuhan bursa sangat dipengaruhi oleh aksi buang barang secara masif di sektor perbankan utama. Investor asing secara agresif melepas kepemilikan mereka pada empat bank penguasa kapitalisasi pasar.

Aksi jual bersih ini langsung menggerus poin IHSG secara drastis dalam waktu singkat.

Saham PT Bank Central Asia Tbkmenjadi sasaran utama aksi jual asing siang ini. Nilai pelepasan bersih asing pada saham ini mencapai angka fantastis Rp278,62 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbkmembuntuti di posisi kedua dengan catatan jual bersih Rp211,24 miliar.

Tekanan jual asing juga menghantam keras saham PT Bank Mandiri Tbksebesar Rp72,21 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbkturut dilepas pemodal luar negeri senilai Rp59,08 miliar.

Selain perbankan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbkmenderita pelepasan asing senilai Rp85,71 miliar.

Aksi jual asing turut menyasar emiten sektor aneka industri dan energi terbarukan berkapitalisasi besar. Saham PT Astra International Tbkdan PT Barito Renewables Energy Tbkdilepas masing-masing sebesar Rp33,86 miliar dan Rp30,80 miliar.

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbkdan PT Aneka Tambang Tbkikut menderita pelepasan asing senilai Rp17,62 miliar dan Rp14,72 miliar.

Pergerakan indeks hari ini sudah menunjukkan tanda pelemahan sejak awal bel perdagangan berbunyi. IHSG dibuka lebih rendah pada posisi 5.919,57 dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level 5.941,07.

Laju indeks bahkan sempat menyentuh level terendah 5.644,23 sesaat setelah pembukaan bursa.

Meski perbankan hancur, aliran dana asing ternyata memburu saham sektor petrokimia dan komoditas. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbksukses memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai Rp135,04 miliar.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbkmenempati urutan kedua lewat raihan beli bersih Rp77,36 miliar.

Investor asing juga memborong kepemilikan saham PT Darma Henwa Tbksebesar Rp61,98 miliar. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbkdan PT Adaro Energy Indonesia Tbkmasing-masing meraup beli bersih Rp46,20 miliar dan Rp41,73 miliar.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbkturut diburu asing dengan nilai Rp38,62 miliar.

Arus masuk modal asing juga membasahi saham PT Timah Tbkdan PT Petrindo Jaya Kreasi TbkKedua emiten ini mencatatkan nilai beli bersih asing masing-masing sebesar Rp35,93 miliar dan Rp28,07 miliar.

Saham emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbkturut merasakan cipratan dana segar senilai Rp27,86 miliar.

Deretan broker ternama memfasilitasi tingginya frekuensi perdagangan pada paruh pertama hari ini. UBS Sekuritas Indonesiamerajai nilai perdagangan dengan total transaksi menembus angka Rp4,76 triliun.

Mandiri Sekuritasmenempati posisi kedua dengan capaian nilai transaksi Rp3,4 triliun.

Stockbit Sekuritas Digitalberada pada urutan ketiga dengan total nilai perdagangan Rp2,34 triliun. J.P.

Morgan Sekuritas Indonesiadan Maybank Sekuritas Indonesiamelengkapi jajaran lima pialang teratas. Kedua sekuritas tersebut masing-masing membukukan nilai transaksi raksasa sebesar Rp1,53 triliun dan Rp1,45 triliun.