ESDM Setujui Pengalihan 15 Persen PI Blok East Seram ke OPIC

Langkah ini menjadi regulasi kunci terakhir yang menuntaskan Perjanjian Pengalihan Hak Kelolayang telah disepakati sejak awal tahun 2026.

Dengan restu dari pemerintah tersebut, komposisi kepemilikan saham di Blok East Seram kini berubah. Balam Energy, anak usaha yang dimiliki penuh oleh Lion Energy Limited, memegang 45 persen saham.

Sementara itu, OPIC East Seram Corporation selaku anak usaha tidak langsung dari CPC Corporation asal Taiwan, kini menguasai 55 persen saham mayoritas.

Kerja sama strategis ini sekaligus membuka komitmen pendanaan baru bagi aktivitas eksplorasi lepas pantai Maluku.

Melalui kesepakatan farm-out ini, OPIC bakal mendanai 88 persen dari total biaya pengeboran sumur eksplorasi Bula Karang-1dengan pagu anggaran mencapai USD5,6 juta.

Jika biaya pengeboran nantinya melampaui angka tersebut, sisa pendanaan akan ditanggung bersama oleh Balam sebesar 45 persen dan OPIC sebesar 55 persen sesuai porsi kepemilikan saham yang baru.

Executive Chairman Lion Energy Tom Soulsby menyatakan bahwa keputusan Kementerian ESDM melengkapi seluruh proses persetujuan pemerintah atas transaksi ini.

Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan pencapaian penting bagi proyek eksplorasi di East Seram.

“Transaksi ini secara signifikan memperkuat posisi pendanaan Lion menjelang pengeboran sumur eksplorasi BK-01.

Di sisi lain, perusahaan tetap mempertahankan 45 persen hak kelola yang substansial pada peluang eksplorasi yang sangat menarik ini,” ujar Tom Soulsby dalam keterangan resminya, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Tom menambahkan bahwa target eksplorasi ini menyasar lapangan minyak dengan estimasi sumber daya prospektif P50 mencapai 12 juta barel minyakKeunggulan proyek ini juga didukung oleh akses langsung ke infrastruktur produksi yang sudah eksis di wilayah tersebut.

Pengeboran sumur BK-01 sendiri dijadwalkan memulai tahap spud date atau tajak sumur pada Agustus 2026 mendatang.

Sumur vertikal yang relatif dangkal ini memiliki desain unik, yakni akan dibor dari lokasi daratnamun membidik target di lepas pantaiTeluk Bula.

Metode pengeboran berarahini sengaja dipilih untuk memangkas biaya operasional secara signifikan jika dibandingkan dengan pengeboran lepas pantai konvensional.

Secara teknis, peluang keberhasilandari sumur BK-01 diestimasikan berada di angka 38 persen.

Struktur utama pengeboran akan membidik target batuan karbonat, dengan potensi cadangan tambahan sekunder pada reservoir batu pasir yang berada di atasnya.

Manajemen Lion Energy optimistis kedekatan lokasi proyek dengan Lapangan Minyak Bula dan Lapangan Oseil, yang masing-masing telah memproduksi lebih dari 20 juta barel minyak, akan mempercepat proses komersialisasi.

Fasilitas penyimpanan, pengolahan, dan ekspor yang sudah tersedia di Pulau Seram diproyeksikan mampu memangkas biaya transportasi dan mempercepat monetisasi begitu minyak berhasil ditemukan.

Jika eksplorasi ini membuahkan penemuan komersial yang diikuti persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), kontrak kerja samaBlok East Seram otomatis akan mendapatkan perpanjangan masa kontrak selama 20 tahun.

Hal tersebut diyakini bakal membuka peluang penilaian dan eksplorasi lanjutan jangka panjang di area yang dikenal memiliki prospek hidrokarbon tinggi ini.