Morgan Stanley Tambah Porsi Saham GOTO, Hak Suara Naik Jadi 5,15 Persen

IHSG Sesi I Menguat 0,56 Persen: GOTO Tetap Rp50, CPIN Naik 0,65 PersenInvestor Ramai Mau Lepas GOTO? Antrean Tembus 229 Juta Lot usai Didepak MSCI

Keputusan MSCI tersebut juga terjadi ketika pasar saham Indonesia menghadapi tekanan setelah hasil review diumumkan. Pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, IHSG sempat turun 0,25 persen atau 15 poin ke level 6.357 pada pembukaan.

Tekanan kemudian berlanjut hingga indeks menyentuh level 6.300 sekitar pukul 10.00 WIB.

BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan pada sesi awal perdagangan mencerminkan aksi jual setelah pengumuman MSCI. Investor juga mencermati potensi perubahan arus dana asing seiring perubahan komposisi indeks tersebut.

Kondisi tersebut membuat keputusan MSCI tidak hanya menjadi persoalan teknis bagi emiten yang dikeluarkan dari indeks.

Bagi investor, perubahan komposisi indeks juga berkaitan dengan potensi perubahan aliran dana dari pengelola investasi yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan.

Di sisi lain, GOTO menekankan kinerja keuangan perseroan masih menunjukkan perbaikan. Ia memaparkan pada kuartal II 2026, GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar dan pendapatan bersih Rp5,7 triliun.

GOTO juga mencatat laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Sementara itu, adjusted EBITDA Grup menembus Rp1 triliun untuk pertama kalinya.

Perseroan menyatakan capaian tersebut masih sejalan dengan target kinerja tahunan, dengan panduan adjusted EBITDA Grup sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

GoTo mengatakan peninjauan indeks MSCI dilakukan secara berkala. Perseroan akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI dan tetap berfokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham.

“Kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Audrey.

MSCI sebelumnya memutuskan mengeluarkan GOTO dari MSCI Indonesia Index dalam review Agustus 2026 yang dirilis 12 Agustus 2026 atau 13 Agustus 2026 dini hari waktu Indonesia.

Keputusan tersebut akan efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Meski dikeluarkan dari MSCI, GOTO masih masuk di indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.