Saham ARKO Melesat 40 Persen dalam Sebulan, Valuasi Tembus Level Tinggi
Gerak Saham
Pendapatan Usaha ARKO Melonjak Jadi Rp343,3 Miliar Sepanjang 2025
Kinerja Keuangan Semester I 2026
ARKO mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang stabil sepanjang semester I 2026. Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, Perseroan memperoleh penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp133,01 miliar pada paruh pertama 2026.
Menurut data, angka tersebut menurun tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh Rp142,53 miliar.
Bersamaan dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan ARKO juga menurun dari Rp88,02 miliar menjadi Rp82,20 miliar pada akhir Juni 2026.
Dengan demikian, laba bruto yang didapat perseroan berada di posisi Rp50,81 miliar atau menurun dari Rp54,51 milliar pada semester I 2025.
Di sisi lain, ARKO meraup laba periode berjalan sebesar Rp36,63 miliar pada semester I 2026. Catatan ini bisa dibilang stabil dibandingkan dengan laba periode berjalan periode serupa tahun lalu yang tercatat sebesar Rp36,86 miliar.
Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp36,64 miliar pada paruh pertama 2026, sedikit menurun dibandingkan posisi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp36,87 miliar.
Sementara itu hingga 30 Juni 2026 total aset ARKO sebesar Rp1,74 triliun, atau naik dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp1,69 triliun.
ARKO mencatat aset lancar sebesar Rp243,66 miliar, pos kas dan setara kas menyumbang sebesar Rp67,22 miliar. Sedangkan, aset tidak lancar mendominasi dengan nilai total Rp1,49 triliun.
Total liabilitas ARKO berada di angka Rp1,18 triliun pada 30 Juni 2026. Liabilitas jangka pendek perseroan tercatat sebesar Rp416,83 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai Rp772,48 miliar.
Di sisi lain, total ekuitas perseroan mengalami kenaikan dari Rp516,20 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp552,83 miliar pada pertengahan tahun 2026.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.