Pada awal sesi perdagangan, indeks bergerak di zona hijau dengan kenaikan 20,12 poin atau 0,31% ke level 6.541,88.
IHSG dibuka di posisi 6.535,72. Setelah perdagangan berlangsung, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.542,50 dan level terendah 6.533,50.
Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp204,12 miliar dengan volume perdagangan sekitar 4,53 juta lot saham.
Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor saham yang bergerak positif. Sektor energi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,70 persen.
Selanjutnya, sektor properti menguat 0,53 persen, sektor infrastruktur naik 0,46 persen, dan sektor keuangan atau finansial bertambah 0,44 persen.
Sektor non-siklikal juga naik 0,28 persen, konsumer siklikal menguat 0,24 persen, teknologi tumbuh 0,23 persen, serta transportasi naik 0,11 persen.
Namun, tidak seluruh sektor bergerak positif. Sektor kesehatan menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,36 persen.
Sektor industri melemah 0,48 persen, sedangkan sektor barang baku terkoreksi tipis 0,04 persen.
BAPA dan KETR Pimpin Top Gainer
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan pada awal perdagangan dan masuk dalam jajaran top gainer.
Saham PT Bekasi Asri Pemula Tbkdari sektor properti menjadi salah satu penguat utama. BAPA naik 20 poin atau 13,70 persen ke level Rp166 per saham.
Saham PT Ketrosden Triasmitra Tbkdari sektor infrastruktur juga menguat 13,55 persen atau 105 poin menjadi Rp880 per saham.
Berikutnya, saham PT Citra Borneo Utama Tbkdari sektor barang konsumen primer naik 12,50 persen atau 120 poin ke Rp1.080 per saham.
Saham PT Hero Global Investment Tbkdari sektor energi menguat 11,36% menjadi Rp147 per saham. Sementara saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbkdari sektor industri naik 10,97 persen ke Rp860 per saham.
RGAS Memimpin Top Loser
Di sisi lain, sejumlah saham bergerak melemah dan masuk dalam jajaran top loser.
Saham PT Kian Santang Muliatama Tbkdari sektor energi mencatat penurunan terdalam. RGAS anjlok 34 poin atau 14,91 persen ke level Rp194 per saham.
Saham PT Tempo Inti Media Tbkdari sektor barang konsumen non-primer turun 14,29 persen ke Rp216 per saham.
Selanjutnya, saham PT Primadaya Plastisindo Tbkdari sektor industri melemah 8,28 persen menjadi Rp310 per saham.
Saham PT Sejahtera Raya Anugrahjaya Tbkdari sektor kesehatan terkoreksi 7,02 persen atau turun 1.050 poin ke Rp13.900 per saham.
Sementara itu, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbkdari sektor properti turun 5,24 persen ke level Rp181 per saham.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Secara teknikal, posisi IHSG masih menunjukkan penguatan setelah mampu naik 1,81persen dan bertahan di atas MA20. Namun, kenaikan tajam sehari sebelumnya juga membuat ruang pergerakan berikutnya perlu dicermati.
Analisis teknikal MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian wave iv dari wave ©. Dalam skenario tersebut, koreksi dapat terjadi sebelum indeks melanjutkan pergerakan berikutnya.
Area koreksi yang diperkirakan berada di 6.290–6.394. Sementara itu, apabila IHSG kembali menguat, area yang menjadi perhatian berada di sekitar 6.666.
Untuk perdagangan Jumat, level teknikal yang lebih dekat adalah support 6.373 dan 6.272, sedangkan resistance berada di 6.599 dan 6.705.
Dengan demikian, terdapat dua lapisan level yang perlu diperhatikan. Kisaran 6.450–6.580 menjadi rentang pergerakan yang diproyeksikan dalam skenario sideways, sedangkan level 6.373–6.272 menjadi area support teknikal yang lebih rendah.
Sentimen Domestik dan Global
Dari dalam negeri, kondisi pasar disebut mulai lebih kondusif setelah aksi demonstrasi di gedung DPR berakhir damai.
Perkembangan pembahasan UU Perampasan Aset juga menjadi bagian dari perhatian pasar, dengan target pengesahan paling lambat 15 Desember 2026.
Sementara dari eksternal, investor cenderung wait and see menjelang akhir pekan.
Perhatian utama tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve dalam simposium Jackson Hole, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Apabila koreksi berlanjut lebih dalam, area 6.290–6.394 menjadi zona yang perlu dicermati.
Di sisi atas, penembusan area resistance dapat membuka ruang menuju 6.666 berdasarkan proyeksi teknikal, sementara level 6.599–6.705 menjadi resistance yang lebih dekat.
Posisi IHSG di 6.541,88 pada awal perdagangan membuat indeks masih berada di antara area support dan resistance tersebut.
Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian untuk melihat apakah penguatan dapat berlanjut menuju resistance atau indeks kembali menghadapi tekanan jual.
Dengan penguatan 0,31 persen pada awal perdagangan, mayoritas sektor berada di zona hijau, terutama energi, properti, infrastruktur, dan keuangan.
Di sisi saham individual, BAPA, KETR, CBUT, HGII, dan BIKE menjadi lima saham yang mencatat kenaikan terbesar dalam daftar yang tersedia, sementara RGAS, TMPO, PDPP, SRAJ, dan GRIA berada di jajaran saham dengan penurunan terbesar.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.