Perdagangan Saham Sepekan Negatif, Transaksi Harian Anjlok 28 Persen

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan kapitalisasi pasar BEI selama sepekan sebesar Rp11.431 triliun. Angka ini turun 0,16 persen dibanding pekan lalu yang sebanyak Rp11.449 triliun.

Kemudian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabunganturut mengalami penurunan. Kautsar bilang, pada pekan ini indeks menyusut 0,12 persen.

“Sehingga ditutup pada level 6.518,121 dari posisi 6.525,690 pada pekan sebelumnya,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 1,84 persen menjadi Rp15,29 triliun dari Rp15,57 triliun pada pekan sebelumnya.

Sedangkan, lanjut Kautsar, rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 36,05 miliar lembar saham, atau anjlok 28,33 persen dari pekan sebelumnya yang mencapai 50,30 miliar lembar saham.

Sementara itu rata-rata frekuensi transaksi harian juga mmengalami penurunan sebesar 2,64 persen menjadi 2,15 juta kali transaksi dari 2,21 juta kali transaksi pada pekan lalu.

“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp482,24 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp70,360 triliun,” pungkas Kautsar.

Perdagangan Kemarin

IHSG mengakhiri laju perdagangan pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan penutupan yang cenderung datar dan terkoreksi tipis.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun dari Stockbit, indeks terkoreksi sebesar 3,63 poin atau melemah 0,06 persen ke posisi 6.518,12.

Sepanjang sesi perdagangan harian kemarin, IHSG sempat bergerak optimis saat dibuka di level 6.535,72 dan berhasil menguji titik tertinggi harian pada posisi 6.566,90.

Namun, tekanan jual yang tebal pada sesi kedua memaksa indeks merosot hingga menyentuh level terendah harian di 6.495,74 sebelum akhirnya menguat terbatas menjelang penutupan pasar.

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatatkan likuiditas yang cukup tebal. Total volume transaksi yang terjadi di seluruh pasar mencapai 353,06 juta lot saham dengan agregat nilai transaksimembukukan angka Rp15,15 triliun.

Frekuensi perdagangan harian juga tercatat padat dengan total eksekusi mencapai 2,01 juta kali transaksi.

Pelemahan IHSG pada akhir pekan ini utamanya didorong oleh kemerosotan harga saham di mayoritas sektor industri pembentuk indeks. Sektor industrimemimpin pelemahan sektoral setelah terkoreksi tajam sebesar 1,41 persen.

Koreksi mendalam tersebut diikuti oleh sektor kesehatan yang menyusut 0,71 persen, sektor energi yang merosot 0,65 persen, serta sektor infrastruktur yang melemah 0,64 persen.

Selain itu, sektor teknologi juga tidak mampu keluar dari tekanan setelah mencatatkan penurunan sebesar 0,58 persen.

Sektor barang bakuturut terdepresiasi 0,42 persen, sektor barang konsumen non-primermelemah 0,36 persen, dan sektor properti terkikis tipis 0,03 persen.

Di tengah maraknya koreksi sektor-sektor utama, terdapat tiga sektor yang berhasil menahan kejatuhan IHSG lebih dalam melalui pergerakan positif.

Sektor keuangantampil sebagai penopang utama dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,67 persen.

Sektor barang konsumen primermengikuti tren penguatan dengan tumbuh 0,52 persen, serta sektor transportasi menguat 0,44 persen hingga penutupan sesi perdagangan.

Top Value dan Volume

Dari sisi emiten, aktivitas perputaran dana di pasar modal tercatat didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besarSaham PT Dian Swastatika Sentosa Tbkmemimpin daftar nilai transaksi terbesardengan membukukan nilai perputaran uang mencapai Rp1,71 triliun.

Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbkmenyusul di posisi kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp1,01 triliun.

Tiga emiten lain yang melengkapi lima besar transaksi saham tertinggi adalah PT Chandra Asri Pacific Tbkdengan nilai transaksi Rp703,93 miliar, PT Bumi Resources Tbksebesar Rp558,75 miliar, dan PT Bank MandiriTbkyang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp472,80 miliar.

Di sisi lain, BUMI sukses memimpin jajaran emiten dengan volume transaksi terramaiPerusahaan pertambangan batu bara tersebut mendominasi aktivitas pasar setelah membukukan transaksi hingga mencapai 29,01 juta lot saham.

Posisi kedua dalam daftar saham paling banyak ditransaksikan ditempati oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbkdengan mencatatkan aktivitas perdagangan yang cukup tebal dengan volume transaksi mencapai 14,46 juta lot saham.

Saham DSSA mengekor ketat di peringkat ketiga dengan membukukan perputaran volume perdagangan sebanyak 14,26 juta lot saham sepanjang sesi berlangsung.

Selanjutnya, emiten pengembang properti kawasan industri lainnya, PT Puradelta Lestari Tbk, mengisi urutan keempat. Transaksi saham pengembang kawasan Kota Deltamas ini mencatatkan volume sebesar 12,15 juta lot saham.

Jajaran lima besar saham dengan volume perdagangan tertinggi ditutup oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbksetelah mengantongi volume transaksi sebanyak 10,05 juta lot saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.