ZP dan XL Teratas Catat Net Buy, Tiga Top Broker Malah Distribusi Sepanjang Pekan

Stockbit Sekuritas Digitalmemimpin penguasaan nilai transaksi perdagangan sepanjang sepekan dengan total nilai transaksimencapai Rp17,5 triliun.

Sekuritas ritel berbasis digital ini mencatatkan nilai pembeliansebesar Rp8,9 triliun dan nilai penjualansebesar Rp8,6 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Stockbit Sekuritas pada posisi net buy senilai Rp275,3 miliar, dengan total volume perdagangan mencapai 58,8 miliar saham serta frekuensi transaksi terbanyak sebanyak 5,6 juta kali.

Peringkat kedua broker dengan transaksi terbesar diraih oleh UBS Sekuritas Indonesiayang membukukan total nilai transaksi sebesar Rp11,5 triliun.

Berbeda dengan Stockbit, broker asing ini cenderung melakukan aksi ambil untung dengan sell value mencapai Rp6,0 triliun dan buy value sebesar Rp5,6 triliun.

Alhasil, UBS Sekuritas mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp368,7 miliar. Total volume transaksi yang dibukukan berada di angka 16,5 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,1 juta kali.

Menempati posisi ketiga, Mandiri Sekuritasmembukukan total nilai transaksi sebesar Rp11,4 triliun sepanjang pekan.

Sekuritas milik BUMN ini mencatatkan transaksi jual yang lebih dominan dengan sell value sebesar Rp5,8 triliun dibandingkan buy value senilai Rp5,6 triliun.

Kondisi ini membuat Mandiri Sekuritas mengantongi aksi net sell sebesar Rp135,9 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 21,8 miliar saham serta frekuensi transaksi sebanyak 1,5 juta kali.

Kendati demikian, transaksi penjualan sedikit lebih tinggi sehingga Mirae Asset mencatatkan net sell tipis sebesar Rp27,3 miliar. Volume perdagangan sekuritas ini mencapai 17,2 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,1 juta kali.

Melengkapi jajaran lima besar broker teratas, Maybank Sekuritas Indonesiamencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp5,8 triliun.

Berbeda dari jajaran broker asing dan BUMN lainnya yang menorehkan aksi jual, Maybank Sekuritas membukukan net buy terbesar kedua yakni senilai Rp298,1 miliar.

Nilai pembelian tercatat mencapai Rp3,1 triliun, melampaui nilai penjualan sebesar Rp2,8 triliun, dengan volume transaksi 6,7 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 462,1 ribu kali.

Siapa Sekuritas Pencetak Net Buy Terbesar Sepekan?

Aksi akumulasi atau net buy terbesar di pasar reguler sepanjang 24 hingga 28 Agustus 2026 justru dicetak oleh Maybank Sekuritas Indonesiadengan torehan bersih Rp298,1 miliar.

Catatan ini mengungguli Stockbit Sekuritas Digitalyang berada di posisi kedua pencetak net buy sebesar Rp275,3 miliar.

Dinamika aksi lepas saham oleh mayoritas sekuritas besar ini sejalan dengan bergerak melemahnya Indeks Harga Saham GabunganPada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG terkoreksi tipis 3,63 poin atau menyusut 0,06 persen ke level 6.518,12, setelah sempat bergerak di rentang batas bawah6.495,74 hingga batas atas6.566,91.

Total volume perdagangan harian lantai bursa di akhir pekan tercatat mencapai 27,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,35 triliun dan frekuensi 2,01 juta kali.

Secara kumulatif sepekan, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh besarnya tekanan aksi jual investor asingTotal nilai transaksi di pasar reguler selama rentang 24 hingga 28 Agustus 2026 didominasi oleh investor domestik yang menguasai porsi 71,72 persen dari segi nilaidengan total pembelian Rp40,25 triliun dan penjualan Rp38,94 triliun.

Di sisi lain, investor asing mencatatkan porsi 28,28 persen dari total nilai transaksi, dengan nilai pembelian asingsebesar Rp14,96 triliun dan nilai penjualan asingsebesar Rp16,27 triliun.

Kondisi ini menghasilkan total net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp1,31 triliun selama sepekan.

Dari sudut pandang volume transaksi saham harian, investor domestik mendominasi sebesar 83,98 persen dengan total pembelian 104,65 miliar saham dan penjualan 102,36 miliar saham.

Sementara volume transaksi investor asing berada di porsi 16,02 persen, melingkupi volume beli 18,61 miliar saham dan volume jual 20,89 miliar saham.

Adapun dari segi frekuensi perdagangan harian, partisipasi investor domestik menembus 85,01 persen atau setara 7,64 juta kali transaksi beli dan 7,13 juta kali transaksi jual.

Porsi frekuensi investor asing tercatat sebesar 14,99 persen dengan 1,05 juta kali transaksi beli serta 1,56 juta kali transaksi jual.

Bagaimana Rekam Pergerakan IHSG Harian Sepanjang Sepekan?

Melihat historis harian bursa sepanjang pekan perdagangan, IHSG mengalami fluktuasi tajam sejak awal pekan.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, indeks dibuka pada level 6.544,00, sempat menyentuh level tertinggi 6.551,00 dan terendah 6.474,57, sebelum akhirnya ditutup melemah 24,02 poinke posisi 6.501,67.

Nilai transaksi harian mencapai Rp13,25 triliun dengan volume 313,02 juta saham dan frekuensi 2,19 juta kali.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp556,22 miliar (foreign buy Rp3,45 triliun versus foreign sell Rp4,01 triliun).

Tekanan jual asing berlanjut pada Rabu, 26 Agustus 2026, yang mendorong IHSG terkoreksi 95,98 poinke posisi 6.405,69 setelah bergerak dari level pembukaan 6.507,14, batas atas 6.532,17, serta batas bawah 6.405,69.

Perdagangan hari itu mencatatkan nilai transaksi tertinggi sepekan yakni Rp15,60 triliun, dengan volume 348,81 juta saham dan frekuensi 2,51 juta kali.

Net foreign sell tercatat senilai Rp201,10 miliar (foreign buy Rp4,32 triliun dan foreign sell Rp4,53 triliun).

IHSG sempat bangkit secara signifikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, dengan menguat 116,06 poinhingga melesat ke posisi 6.521,75.

Indeks dibuka di level 6.390,35, bergerak di rentang terendah 6.376,65 hingga mencapai puncak tertinggi sepekan di level 6.521,75.

Nilai transaksi harian tercatat Rp12,01 triliun dengan volume 295,73 juta saham dan frekuensi 1,97 juta kali, kendati investor asing masih membukukan net sell tipis sebesar Rp113,45 miliar (foreign buy Rp3,37 triliun dan foreign sell Rp3,48 triliun).

Pada perdagangan penutup pekan, Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG kembali bergerak melemah tipis setelah dibuka di level 6.535,72.

Meskipun sempat menguat hingga level tertinggi 6.566,91, indeks merosot ke level terendah 6.495,74 dan berakhir di posisi 6.518,12

Investor asing membukukan aksi net sell harian senilai Rp442,38 miliar, yang berasal dari foreign buy sebesar Rp3,81 triliun dan foreign sell senilai Rp4,25 triliun, sehingga melengkapi akumulasi pelemahan indeks dan aksi jual bersih di lantai bursa sepekan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.