BRI (BBRI) Ungkap Perkembangan Holding Ultramikro, Sebanyak 2,3 Juta Nasabah Naik Kelas

BRICetak Laba Rp31,2 Triliun Semester I 2026, Tumbuh 17,5 PersenProgram ‘Klasterku Hidupku’ BRI Bikin Pengusaha Ikan Kering di Sorong Naik Kelas

BRI juga berpartisipasi dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan PerumahanBank tersebut menjadi salah satu penyalur kredit dalam program tersebut, dengan mayoritas pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah SubsidiBRI berasal dari program FLPP.

Per Juni 2026, KPRS BRI telah disalurkan sebesar Rp18,4 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kinerja perseroan hingga triwulan II 2026 menunjukkan transformasi yang dijalankan mulai memberikan hasil.

Menurut Hery, BRI masih mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang tinggi. Perseroan juga terus berupaya memperbaiki kualitas aset dan memperkuat profitabilitas.

“Transformasi yang dijalankan telah memberikan hasil yang nyata,” kata Hery.

Ke depan, BRI akan melanjutkan transformasi melalui agenda Revolution Reignite. Strategi tersebut akan difokuskan pada dua agenda utama, yakni transformasi dari sisi pendanaan dan revamping existing core pada bisnis mikro.

Pada saat yang sama, BRI akan membangun new core consumer banking sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perseroan.

Meski melakukan transformasi bisnis, Hery menegaskan bahwa fokus utama BRI terhadap ekonomi kerakyatan tidak berubah. Segmen usaha mikro, kecil, dan menengahtetap menjadi bagian utama dari bisnis BRI.

“DNA BRI tetap sama yaitu tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hery, keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja perusahaan, tetapi juga dari dampak pertumbuhan tersebut terhadap masyarakat dan perekonomian nasional.

“UMKM akan tetap menjadi core business BRI,” kata dia.

Dengan fundamental yang dinilai semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ke depan.

Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, sembari menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, stabilitas, dan keberlanjutan.

“Kami optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ini ke depan,” ujar Hery.

BRI menilai keseimbangan tersebut penting agar transformasi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.