Kunci Go Private, Iforte Patok Harga VTO Rp5.400 untuk Caplok Sisa Saham Publik IBST

Resmi Tinggalkan Bursa, ini Alasan IBST jadi Go PrivateLaba IBST Berbalik Tajam, Sukses Pangkas Beban?

Pemulihan Kinerja Keuangan IBST Sepanjang 2025

Aksi go private ini dilakukan di tengah pemulihan kinerja keuangan IBST yang cukup signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten yang berada di bawah kendali Iforte ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp411,44 miliar pada 2025.

Pencapaian ini berbanding terbalik dari kinerja keuangan pada tahun buku 2024 ketika perseroan menderita rugi bersih mencapai Rp1,85 triliun.

Kenaikan laba bersih didorong oleh pendapatan perseroan yang naik 1,1 persen menjadi Rp871,89 miliar dari sebelumnya Rp862,47 miliar.

Di tengah kenaikan omzet, IBST mampu menekan beban pokok pendapatan hingga 51,2 persen secara tahunanmenjadi Rp242,95 miliar.

Hal ini mendongkrak laba bruto melesat 72,4 persen menjadi Rp628,95 miliar, serta laba usaha melonjak 199 persen menjadi Rp609,96 miliar.

Dari sisi neraca, ekuitas IBST per 31 Desember 2025 naik 19 persen menjadi Rp2,58 triliun.

Total liabilitas berhasil ditekan 39,3 persen menjadi Rp1,37 triliun, meski saldo kas perseroan menyusut ke Rp1,1 miliar akibat alokasi pembayaran utang bank jangka pendek sebesar Rp7,22 triliun.

Memasuki awal tahun 2026, kinerja keuangan IBST tercatat mengalami sedikit penyesuaian.

Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp198,56 miliar atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp209,20 miliar.

Penurunan pendapatan tersebut menyebabkan laba bruto kuartal I 2026 terkoreksi menjadi Rp132,79 miliar dari sebelumnya Rp144,09 miliar.

Laba usaha perseroan juga terkikis tipis menjadi Rp130,92 miliar dari posisi Rp134,54 miliar pada kuartal I 2025.

Laba sebelum pajak penghasilan IBST tercatat melandai ke posisi Rp53,88 miliar dibandingkan Rp84,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi ini membuat laba periode berjalan perseroan pada kuartal I 2026 turun menjadi Rp45,37 miliar dari sebelumnya Rp64,92 miliar.

Penurunan profitabilitas tersebut menggerus laba per saham dasar IBST menjadi Rp34 per saham dari sebelumnya Rp48 per saham.

Sementara itu, total aset perseroan per 31 Maret 2026 tumbuh menjadi Rp4,34 triliun seiring liabilitas yang naik ke posisi Rp1,72 triliun.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.