IHSG Sesi I Tergelincir ke 6.581, Asing Net Sell Rp379 Miliar Lepas TLKM dan GOTO

IHSG terkoreksi 18,50 poin atau 0,28 persen ke level 6.581,45 setelah bergerak pada rentang 6.561,00 hingga 6.629,54.

Indeks sejatinya mengawali perdagangan dengan menguat di level 6.625,39 dibanding posisi penutupan sebelumnya di 6.599,94.

Namun, aksi lepas saham oleh investor asing menekan laju IHSG hingga memasuki wilayah negatif jelang penutupan Sesi I.

Total nilai transaksi bursa pada pertengahan hari ini mencapai Rp9,17 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 211,46 juta lot saham.

Aktivitas perdagangan di bursa saham domestik turut ditopang oleh tingginya volume transaksi dari sejumlah sekuritas utama.

Berdasarkan data Top Broker, Stockbit Sekuritas Digitalmencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp3,19 triliun.

Di urutan berikutnya, Mandiri Sekuritasmembukukan nilai transaksi sebesar Rp2,14 triliun dan UBS Sekuritas Indonesiamencatatkan Rp1,98 triliun.

Pelemahan IHSG sejalan dengan catatan aksi investor asingyang membukukan net foreign sell sebesar Rp379,67 miliar di seluruh pasar. Total nilai penjualan asingmencapai Rp2,85 triliun, mengungguli total pembeliansebesar Rp2,47 triliun.

Kendati pasar melemah, investor asing tetap melakukan aksi beli bersihpada saham perbankan dan tambang. PT Bank Central Asia Tbkmemimpin net buy asing senilai Rp106,82 miliar dengan volume 16,02 juta saham.

Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat IndonesiaTbkdengan akumulasi beli asing senilai Rp92,01 miliar.

Emiten batu bara PT Bukit Asam Tbkdan emiten perbankan PT Bank MandiriTbkturut dikoleksi asing masing-masing sebesar Rp43,73 miliar dan Rp38,55 miliar.

Sebaliknya, aksi lepas saham oleh investor asingpaling deras melanda emiten telekomunikasi dan teknologi. PT Telkom IndonesiaTbkmencatatkan net sell asing terbesar mencapai Rp95,93 miliar.

Aksi obral asing juga melanda PT GoTo Gojek Tokopedia Tbkdengan nilai net sell sebesar Rp92,58 miliar.

Emiten pertambangan PT Timah Tbkserta PT Adaro Energy Indonesia Tbkikut dilepas asing masing-masing senilai Rp53,05 miliar dan Rp46,68 miliar.

IHSG Buka Perdagangan di Zona Hijau

IHSG membuka perdagangan Rabu, 2 September 2026 dengan pergerakan positif. Indeks saham domestik melaju di zona hijau dengan kenaikan sebesar 20,16 poin atau menguat 0,31 persen ke level 6.620,10 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan positif ini melanjutkan tren penguatan sebelumnya setelah indeks sempat bergerak di level terendah 6.618,41 dan menyentuh level tertinggi di 6.629,54 pada awal sesi satu.

Semangat penguatan bursa domestik ini ditopang oleh mayoritas pergerakan sektor saham yang menghijau.

Sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi yakni memimpin penguatan sebesar 1,65 persen, disusul oleh sektor kesehatan yang melesat 0,96 persen, serta sektor keuangan yang naik 0,64 persen.

Sektor konsumen siklikal juga tumbuh 0,60 persen, sektor energi menguat 0,50 persen, sektor infrastruktur naik 0,36 persen, sektor konsumen non-siklikal terangkat 0,25 persen, dan sektor transportasi menguat tipis 0,17 persen.

Sementara itu, penekanan IHSG datang dari beberapa sektor yang bergerak di zona merah, yaitu sektor barang baku atau basic industry yang terkoreksi 0,53 persen, sektor industri turun 0,37 persen, serta sektor properti yang melemah 0,18 persen.

Jajaran top gainers atau jajaran saham dengan kenaikan persentase tertinggi dipimpin oleh PT Bank Sinarmas Tbk dengan kode emiten BSIM dari sektor keuangan yang melonjak 25,00 persen ke harga 1.375 per saham.

Posisi selanjutnya diisi oleh emiten sektor transportasi dan logistik PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk dengan kode GTRA yang melesat 20,44 persen ke level 330 per saham, lalu PT Wilton Makmur Indonesia Tbk dengan kode SQMI dari sektor barang baku yang naik 18,82 persen ke posisi 101 per saham.

Kemudian PT Artha Mahiya Investama Tbk dengan kode AIMS dari sektor investasi yang menguat 16,83 persen ke level 590 per saham, serta emiten energi dan transportasi laut PT Cakra Buana Resources Energi Tbk dengan kode CBRE yang terangkat 11,97 persen ke posisi 795 per saham

Di sisi lain, jajaran top losers atau jajaran saham yang mengalami penurunan terdalam pagi ini ditempati oleh emiten energi dan infrastruktur PT Singaraja Putra Tbk dengan kode SINI yang merosot 7,20 persen ke level 11.600 per saham.

Penurunan ini disusul oleh emiten barang konsumen primer PT Wahana Interfood Nusantara Tbk dengan kode COCO yang tertekan 4,65 persen ke posisi 123 per saham, emiten kimia PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk dengan kode KKES yang melemah 4,44 persen ke harga 86 per saham.

Sementara emiten pertambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk dengan kode EMAS turun 4,26 persen ke level 8.425 per saham, serta emiten interior PT Gema Grahasarana Tbk dengan kode GEMA yang terkoreksi 4,26 persen ke harga 90 per saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.