IHSG Tembus Level 6.667 di Penutupan, Diperkuat Transaksi Jumbo Rp17,7 Triliun

Indeks melonjak 1,09 persen atau bertambah 72,11 poin ke posisi 6.667,89.

Berdasarkan data perdagangan bursa hingga penutupan pukul 16.05 WIB, IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak awal sesi perdagangan.

Indeks mengawali hari dengan dibuka menguat pada level 6.632,83 dibandingkan posisi penutupan sebelumnyadi 6.595,78.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dinamis di zona positif dengan rentang pergerakan yang cukup lebar.

Indeks sempat menyentuh level terendah hariandi posisi 6.614,71 pada sesi pertama, sebelum akhirnya melesat menyentuh level tertinggi hariandi posisi 6.681,84 menjelang akhir sesi kedua.

Aktivitas transaksi bursa berlangsung sangat marak seiring tingginya antusiasme pelaku pasar modal. Total volume perdagangan saham yang ditransaksikan mencapai 38,7 miliar saham atau setara 387,03 juta lot.

Nilai transaksi harian yang dibukukan hingga akhir perdagangan menembus angka Rp17,78 triliun.

Laju penguatan indeks harian ini juga ditopang oleh inflow modal asing yang solid serta aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan dan konsumer.

Secara teknikal, penutupan IHSG yang bertahan di atas level psikologis 6.650 mengonfirmasi tren pemulihanjangka pendek.

Para pelaku pasar mengamati pergerakan bursa besok untuk menguji area resistance terdekat pada kisaran 6.680 hingga 6.700.

Dukungan Arus Modal Asing dan Pergerakan Big Caps

Laju penguatan IHSG ditopang oleh inflow modal asing ke pasar saham domestik.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersihsebesar Rp554,48 miliar di seluruh pasar, yang berasal dari total foreign buy Rp2,98 triliun dan foreign sell Rp2,43 triliun.

Saham PT Bank MandiriTbkmenjadi buruan utama investor asing dengan mencatatkan nilai net buy terbesar mencapai Rp270,59 miliar dari volume 61,40 juta saham.

Posisi kedua ditempati saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbkdengan net buy sebesar Rp116,33 miliar dari volume 36,05 juta saham.

Selain itu, investor asing turut mengoleksi saham PT Chandra Asri Pacific Tbksebesar Rp71,03 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbksenilai Rp57,73 miliar, dan PT Era Mandiri Sejahtera Tbksebesar Rp54,00 miliar.

Saham PT Astra International Tbkjuga mengantongi net buy asing sebesar Rp53,75 miliar.

Di tengah maraknya aksi beli, sebagian investor asing terpantau melakukan aksi lepas sahamTekanan jual asing paling tinggi melanda saham PT Buana Lintas Lautan Tbkdengan nilai net sell sebesar Rp82,89 miliar.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbkberada di urutan berikutnya dengan aksi net sell asing mencapai Rp48,61 miliar.

Sementara itu, dua saham bank berkapitalisasi pasar besar turut dilepas asing, yakni PT Bank Central Asia Tbkdengan net sell Rp43,62 miliar dan PT Bank Rakyat IndonesiaTbksebesar Rp38,12 miliar.

Aksi pelepasan saham oleh investor asing juga menekan saham PT Merdeka Battery Materials Tbksenilai Rp33,71 miliar serta saham PT MD Pictures Tbksebesar Rp22,96 miliar.

Sektor Industri dan Deretan Top Gainers

Penguatan IHSG dipicu oleh kebangkitan sebagian besar sektor saham di lantai bursa.

Sektor barang bakumemimpin kenaikan dengan menguat 1,31 persen, disusul sektor barang konsumen primeryang naik 1,03 persen, dan sektor energi yang tumbuh 0,95 persen.

Sektor lain yang turut menghijau antara lain kesehatan menguat 0,74 persen, transportasi naik 0,72 persen, infrastruktur melaju 0,65 persen, industri menguat 0,41 persen, properti naik 0,40 persen, barang konsumen non-primertumbuh 0,29 persen, serta keuangan menguat 0,24 persen.

Di sisi lain, hanya sektor teknologi yang bergerak di zona merah dengan koreksi sebesar 1,91 persen.

Sejumlah emiten berhasil menduduki jajaran top gainer pada perdagangan hari ini. PT Indomobil Sukses Internasional Tbkmemimpin kenaikan pesat hingga 25,00 persen ke level 1.100 per saham.

Emiten asuransi PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbkmelesat 19,70 persen ke level 13.825, diikuti PT Indomobil Multi Jasa Tbkyang menguat 19,53 persen ke harga 202 per saham.

Selain itu, PT Olympus Strategic Indonesia Tbkmelejit 17,44 persen ke level 1.145 dan PT Satria Antaran Prima Tbkterangkat 14,81 persen menuju harga 310 per saham.

Sebaliknya, beberapa saham harus masuk ke dalam daftar top loser. PT Global Digital Niaga Tbkterkoreksi paling dalam hingga 12,32 persen ke level 356 per saham.

Emiten pertambangan PT Wilton Makmur Indonesia Tbkmelorot 6,93 persen ke posisi 94, diikuti PT Graha Prima Mentari Tbkyang turun 5,82 persen ke harga 178.

PT Armada Berjaya Trans Tbkjuga melemah 5,41 persen ke level 140, dan emiten energi PT Oxala Energy International Tbktertekan 4,72 persen ke posisi 202 per saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.