Berdasarkan data pergerakan pasar pukul 09.00 WIB, indeks berhasil melonjak 32,16 poin atau naik 0,48 persen ke posisi 6.700,05.
Laju penguatan ini tercatat sempat menyentuh level tertinggi hariannya di 6.704,12 setelah dibuka dari posisi 6.695,70.
Laju positif pada pembukaan akhir pekan ini merupakan kelanjutan dari performa impresif IHSG pada perdagangan Kamis, 3 September 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG tampil perkasa dan ditutup menguat signifikan sebesar 1,09 persen atau bertambah 72,11 poin ke posisi 6.667,89.
Sepanjang perdagangan Kamis kemarin, IHSG konsisten bergerak di zona hijau dari level pembukaan 6.632,83, dengan rentang pergerakan harian antara level terendah 6.614,71 hingga sempat menyentuh level tertinggi di 6.681,84.
Aktivitas transaksi di bursa berlangsung sangat marak ditopang total volume perdagangan mencapai 38,7 miliar saham atau setara 387,03 juta lot dengan nilai transaksi harian menembus angka Rp17,78 triliun.
Penguatan IHSG yang solid di atas level psikologis 6.650 tersebut didukung oleh aksi beli bersih modal asingyang mencapai Rp1,07 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Kamis, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besardi sektor perbankan dan konsumer.
Memasuki perdagangan Jumat pagi, aktivitas transaksi di awal sesi mencatatkan volume transaksi mencapai 5,38 juta lot saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp276,95 miliar, serta frekuensi perdagangan mencapai 47,83 ribu kali transaksi.
Penguatan IHSG pada awal sesi Jumat dipicu oleh kompaknya pergerakan sebagian besar sektor saham di lantai bursa.
Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,82 persen, disusul oleh sektor industri barang baku atau basic materials yang menguat 0,75 persen, serta sektor infrastruktur yang melaju 0,49 persen.
Sektor properti dan real estat turut terkerek 0,48 persen, sementara sektor teknologi melesat 0,46 persen dan sektor keuangan menguat 0,43 persen.
Sektor konsumen non-primer atau cyclical ikut terangkat 0,25 persen, sektor kesehatan naik 0,19 persen, serta sektor konsumen primer atau non-cyclical menguat tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada sektor transportasi yang terkoreksi 0,14 persen dan sektor industri yang melemah 0,07 persen.
Di jajaran saham berkinerja paling kinclong atau top gainer pagi ini, emiten sektor keuangan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk dengan kode emiten VRNA memimpin dengan lonjakan 16,16 persen ke level Rp115.
Diikuti oleh saham emiten sektor energi PT Megapower Makmur Tbk dengan kode MPOW yang naik 14,75 persen ke posisi Rp140.
Selanjutnya, emiten jasa pendukung usaha PT Hoffmen Cleanindo Tbk atau KING melesat 9,68 persen menjadi Rp340, emiten sektor properti PT Planet Properindo Jaya Tbk atau PLAN menguat 8,93 persen ke Rp61, serta emiten sektor media dan hiburan PT Tripar Multivision Plus Tbk atau RAAM yang naik 8,02 persen ke posisi Rp202.
Sebaliknya, deretan saham yang masuk dalam daftar penekan pasar atau top loser dihuni oleh emiten sektor akomodasi PT Griptha Putra Persada Tbk dengan kode GRPH yang melemah 5,04 persen ke level Rp113.
Lalu ada emiten sektor lingkungan PT Solusi Environment Asia Tbk atau SOFA yang merosot 4,91 persen ke posisi Rp310, diikuti emiten sektor periklanan PT Fortune Indonesia Tbk atau FORU yang turun 4,66 persen menjadi Rp3.070.
Dua emiten lainnya yakni PT Ace Oldfields Tbk atau KUAS dari sektor industri barang konsumen meluncur 4,39 persen ke Rp109, serta emiten sektor industri PT Isra Presisi Indonesia Tbk atau ISAP terkoreksi 4,17 persen ke level Rp23.
Terkait dengan pergerakan ini, tim analisis teknikal dari MNC Sekuritas menilai bahwa penguatan IHSG sebesar 1,09 persen pada sesi penutupan sebelumnya ke level 6.667 telah mengonfirmasi bahwa arah pergerakan indeks sudah mencapai target penguatan dan mulai menutup area gap.
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di bagian dari wave v dari waveKondisi ini memberikan peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya guna menguji area resistensi di rentang 6.681 hingga 6.714.
Kendati demikian, para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek yang dapat menekan indeks ke kisaran area support 6.649 hingga 6.669, dengan batas support kuat berada pada level 6.561 dan 6.476, serta area resistance di level 6.705 hingga 6.755.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.