Rosan Iming-Iming Insentif Pajak 300, Siap Bangun RD di Indonesia?

Roeslani menawarkan insentif pajak hingga 300 persen bagi investor.

Insentif tersebut diberikan kepada perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan atau research and development

Kebijakan itu menjadi strategi pemerintah menarik investasi berkualitas ke Indonesia.

Pemerintah juga ingin memperkuat sumber daya manusia serta ekosistem riset nasional melalui insentif tersebut.

“Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen,” ujar Rosan di Investment di Jakarta, Kamis 3 September 2026.

Selain R&D, pemerintah menyiapkan insentif hingga 200 persen untuk perusahaan yang fokus pada pendidikan vokasi.

“Jika perusahaan memberikan banyak fokus pada pelatihan dan pendidikan, pemerintah kami juga akan memberikan insentif hingga 200 persen,” imbuhnya.

Menurut Rosan, kebijakan afirmatif tersebut bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan kapasitas R&D nasional.

Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi.

Pemerintah Bidik Investasi Digital dan Energi Hijau

Rosan mengatakan peluang investasi Indonesia ke depan tidak hanya berasal dari hilirisasi mineral.

Pemerintah juga membidik sektor infrastruktur digital, teknologi, inovasi, serta industri masa depan.

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD360 miliar pada 2030. Secara khusus Jakarta juga disebut telah berkembang menjadi salah satu pusat data utama di Indonesia.

Sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia, penguatan infrastruktur digital, generasi lanjut berbasis AI diharapkan semakin memperkuat daya tarik investasi Jakarta.

Rosan turut mengungkapkan bahwa Jakarta tengah dipersiapkan sebagai titik awal pusat finansial internasional di Indonesia. Peran ini akan memperkuat kepastian hukum serta penerapan praktik bisnis berstandar internasional.

“Kami ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di sini,” kata Rosan.

“Kita ketahui bahwa Jakarta berkontribusi sangat signifikan terhadap total realisasi investasi di Indonesia, dan kalau kita lihat Jakarta hampir selalu masuk ke dalam lima besar bahkan semester ini peringkat ke-1,” tegas dia.

Tentunya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modalselalu berkolaborasi dengan Pemerintah Jakarta untuk memastikan proyek-proyek yang ada di Jakarta terfasilitasi dan implementasinya dapat berjalan dengan baik dan benar sehingga memberikan asas manfaat tidak hanya kepada Jakarta tetapi bagi perekonomian Indonesia.

Sementara dari sisi realisasi, merujuk data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.

Jakarta juga memberikan kontribusi 16.3 persen terhadap Produk Domestik Brutonasional pada triwulan II 2026, mempertegas perannya sebagai salah satu motor utama perekonomian Indonesia.

Realisasi investasi di Jakarta ditopang oleh beberapa sektor utama, yaitu sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp54,4 triliun atau menyumbang 31,3 persen dari total realisasi, sektor jasa lainnya (di dalamnya mencakup aktivitas web hosting, data center, portal web, rumah sakit dll) dengan realisasi investasi sebesar Rp43,6 triliun, sektor perdagangan dan reparasi dengan realisasi investasi sebesar Rp28,4 triliun, sektor perumahan dan perkantoran dengan realisasi sebesar Rp14,0 triliun, serta sektor konstruksi dengan realisasi sebesar Rp12,9 triliun

Kendati demikian, pengembangan pusat data akan didukung potensi energi terbarukan Indonesia yang sangat besar.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi energi terbarukan nasional mencapai 3.600 gigawattNamun, kapasitas energi terbarukan yang terpasang saat ini baru mencapai 15,1 GW.

“Potensinya mencapai 3.600 gigawatt energi terbarukan, tetapi kapasitas terpasang saat ini hanya sekitar 15,1 gigawatt,” jelasnya.

Danantara Siapkan Proyek Waste to Energy

Selain sektor digital, Rosan membuka peluang investasi pada pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy

Pemerintah melalui Danantara saat ini mendukung pipeline proyek WTE nasional di lebih dari 30 lokasi. Nilai investasi yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar USD5 miliar.

“Danantara mendukung pipeline nasional waste to energy di lebih dari 30 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar USD5 miliar,” terangnya.

Khusus Jakarta, pemerintah dan Danantara tengah berdiskusi dengan Pemprov DKI Jakarta. Pembahasan tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan fasilitas WTE di Jakarta.

Rosan menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi nasional. Perbaikan dilakukan melalui percepatan perizinan dan penguatan kepastian regulasi.

Pemerintah juga berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang lebih terprediksi bagi investor.

“Komitmen kami sangat jelas. Kami siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan,” ujarnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.