IHSG Dibuka Menguat Pagi ini, Cek Pergerakan Sektor dan Saham

Berdasarkan data perdagangan pasar saham pagi ini, IHSG tercatat menguat 19,23 poin atau naik 0,29 persen ke level 6.697,43.

Pada pembukaan pasar, IHSG sempat berada di level pembukaan 6.688,18 dan terus bergerak naik mencapai titik tertinggi hariannya di posisi 6.702,73, sementara level terendah berada di 6.684,76.

Total volume transaksi perdagangan mencapai 32,60 juta lot dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp2,17 triliun dari 119,85 ribu kali frekuensi transaksi. Khusus pasar reguler, nilai transaksi tercatat mencapai Rp915,45 miliar.

Pergerakan sektoral di bursa saham pagi ini didominasi oleh pergerakan positif.

Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,48 persen, disusul oleh sektor energi yang menanjak 0,92 persen, serta sektor barang bakuyang menguat 0,76 persen.

Sektor infrastruktur juga tumbuh 0,63 persen, sektor properti naik 0,39 persen, sektor barang konsumen non-primerterkerek 0,31 persen, sektor industri menguat 0,13 persen, dan sektor keuangan menanjak tipis 0,12 persen.

Sebaliknya, beberapa sektor mengalami tekanan dan berada di zona merah.

Sektor barang konsumen primermencatatkan penurunan paling dalam sebesar 0,27 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang melemah 0,13 persen, serta sektor kesehatan yang terkoreksi tipis 0,03 persen.

Di jajaran saham penguat terbesar, saham PT Ever Shine Tex Tbkdari sektor barang konsumen primer memimpin dengan lonjakan 27,64 persen ke posisi 254.

Selanjutnya, saham PT Victoria Investama Tbkdari sektor keuangan meroket 23,60 persen ke level 199. Saham PT Jembo Cable Company Tbkdari sektor industri melesat 21,97 persen menjadi 805.

Saham PT Multi Garam Utama Tbknaik 20,72 persen ke harga 268, dan saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbkmenguat 12,14 persen ke posisi 157.

Sementara itu, jajaran pelemahan terbesardihuni oleh PT Pool Advista Finance Tbkdari sektor keuangan yang merosot 8,64 persen ke harga 74. Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbkterkoreksi 7,53 persen ke posisi 675.

Saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbktertekan 5,85 persen ke posisi 805.

Saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbkmelemah 5,10 persen ke level 298, serta saham PT Soho Global Health Tbkdari sektor kesehatan turun 5,01 persen ke harga 1.705.

IHSG Diprediksi Masih Rawan Koreksi

Sebelumnya diberitakan, IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis, 10 September 2026.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat indeks berpeluang melanjutkan koreksi setelah perdagangan sebelumnya ditutup melemah dan tekanan jual mulai muncul.

Dalam riset hariannya, Herditya memperkirakan IHSG sedang berada pada tahap akhir wave v dari wavedalam struktur pergerakan teknikalnya.

Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati ruang pergerakan indeks dalam beberapa sesi ke depan.

“IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave, cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812,” tulis Herditya dalam riset MNCS Daily Scope Wave, Kamis, 10 September 2026.

Pada perdagangan Rabu, IHSG terkoreksi 0,12 persen ke level 6.678. Pelemahan tersebut juga disertai munculnya tekanan jual.

Herditya memperkirakan indeks masih memiliki risiko koreksi terdekat menuju rentang 6.643-6.653.

Jika tekanan berlanjut, area 6.610 menjadi level support berikutnya yang perlu diperhatikan. Support lanjutan berada di 6.561.

Sebaliknya, apabila IHSG mampu kembali menguat, area 6.705 dan 6.755 menjadi level resistance yang perlu dilewati.

Proyeksi tersebut menunjukkan ruang gerak IHSG masih cukup terbuka. Indeks berpotensi menguat menuju 6.736-6.812, tetapi dalam waktu dekat tekanan koreksi tetap perlu diwaspadai.

Empat Saham yang Menarik Diperhatikan

Di tengah proyeksi IHSG tersebut, Herditya turut mengamati sejumlah saham berdasarkan pola pergerakan dan indikator teknikalnya. Salah satunya PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

BIPI menguat 5,33 persen ke level 158 pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut dibarengi peningkatan volume pembelian, meski laju penguatan tertahan di sekitar MA200, yakni rata-rata pergerakan harga selama 200 hari perdagangan.

Herditya memperkirakan BIPI sedang memasuki awal wave dari wave C. Berdasarkan perhitungan teknikal tersebut, area 151-156 menjadi rentang yang perlu diperhatikan, dengan potensi pergerakan menuju 175 dan 186.

Sementara itu, level 147 menjadi batas risiko yang perlu dicermati.

Saham berikutnya ialah PT H.M. Sampoerna TbkSaham ini terkoreksi 2,61 persen ke level 745 dan disertai tekanan jual. Koreksi tersebut juga membuat HMSP menembus MA20 dan MA200.

Meski begitu, Herditya melihat peluang pergerakan lanjutan selama HMSP mampu bertahan di atas 725. Ia memperkirakan saham tersebut sedang berada pada awal wave dari wave 1.

“Selama masih mampu berada di atas 725 sebagai stoplossnya, maka HMSP sedang berada di awal wave dari wave 1,” tulis Herditya.

Dalam skenario teknikal tersebut, area 730-740 menjadi rentang harga yang diperhatikan, dengan target pergerakan di 795 dan 820. Adapun level 725 menjadi batas bawah yang perlu diwaspadai.

Selanjutnya ada PT Timah Tbk, yang menguat 4,55 persen ke level 4.600. Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian.

Herditya memperkirakan TINS saat ini berada pada awal wave dari wave C.

Area 4.220-4.470 menjadi rentang harga yang perlu diperhatikan. Jika momentum penguatan berlanjut, TINS berpotensi bergerak menuju 4.720 dan 4.820.

Sementara level 4.120 menjadi batas bawah yang perlu dicermati.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbkmenguat 3,33 persen ke level 3.100 dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Namun, Herditya melihat ruang penguatan saham tersebut mulai terbatas.

Menurut perhitungannya, PTBA berada di bagian akhir wave dari wave 3. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya koreksi wave menuju area 2.830-2.950.

Dengan posisi tersebut, area 3.110-3.150 menjadi rentang harga yang perlu diperhatikan sebelum potensi koreksi. Herditya menilai pergerakan PTBA relatif terbatas dan mulai rawan mengalami tekanan setelah penguatan sebelumnya.

Pergerakan saham-saham tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks kondisi IHSG secara keseluruhan.

Dengan indeks masih menghadapi risiko koreksi menuju 6.643-6.653, investor perlu memperhatikan level support dan resistance yang menjadi batas penting pergerakan pasar pada perdagangan hari ini.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.