Belanja Modal Vale (INCO) Melejit ke USD1,1 Miliar, Utang Baru Mulai Disiapkan

INCO Melihat Masa Depan Nikel di Balik Ledakan AIKepemilikan Saham INCO Juli 2026, Porsi Asing Naik Jadi 56,29 Persen

Saham INCO Anjlok

Saham INCO terpantau melemah sebesar 3,73 persen ke level Rp4.650 hingga pukul 14:28 WIB perdagangan Senin, 14 September 2026.

Tekanan jual terus membayangi pergerakan harga saham dalam jangka pendek.

Dalam kurun waktu sepekan , harga saham mengalami penurunan sebesar 4,32 persen, bergerak dari kisaran tertinggi Rp4,980 hingga menyentuh level terendah harian di Rp4.650.

Sementara itu, kinerja satu bulan mencatatkan depresiasi lebih dalam mencapai 7,00 persen, dengan batas tertinggi sempat menyentuh level Rp5.350 sebelum akhirnya meluruh ke titik Rp4.650.

Pada rentang jangka menengah, pelemahan harga saham masih berlanjut meskipun dengan skala fluktuasi yang lebih lebar.

Dalam rentang tiga bulan terakhir, pergerakan harga terkoreksi tipis 1,27 persen, berada di antara level terendah Rp4.120 dan harga tertinggi Rp5.700.

Kinerja enam bulan mencatatkan penurunan signifikan hingga 17,70 persen, menguji rentang harga antara Rp3.960 hingga Rp7.200.

Secara Year-to-Date, akumulasi penurunan harga saham tercatat sebesar 10,14 persen dari level tertinggi harian Rp7.900 hingga menyentuh titik terendah Rp3.960 per lembar saham.

Berbeda dari tren jangka pendek dan menengah, kinerja harga saham dalam skala satu tahun justru berhasil membukukan zona hijau dengan kenaikan sebesar 16,25 persen.

Sepanjang periode satu tahun terakhir, harga saham diperdagangkan pada rentang Rp3.770 sebagai titik terendah hingga menyentuh harga puncak di posisi Rp7.900 per lembar saham.

Adapun pada rentang jangka panjang, pergerakan harga saham menunjukkan dinamika yang bervariasi.

Kinerja tiga tahun mencatatkan penurunan sebesar 18,22 persen dari rentang Rp1.825 hingga Rp7.900, sementara kinerja lima tahun melemah 6,54 persen dari rentang Rp1.825 hingga puncak tertinggi di level Rp8.627 per lembar saham.

Meski demikian, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, akumulasi pertumbuhan harga saham masih mencatatkan nilai positif dengan lonjakan sebesar 71,85 persen, bergerak dari titik terendah jangka panjang Rp1.314 hingga menguji level tertinggi di harga Rp8.627 per lembar saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.