IHSG Tertekan Jual Asing, Waspadai Koreksi ke 6.290

Risiko tersebut muncul setelah IHSG terkoreksi 1,13 persen ke level 6.461,15 pada perdagangan Selasa dan masih dibayangi tekanan jual investor asing.

Dalam proyeksinya, MNC Sekuritas melihat IHSG masih rawan menguji area 6.290–6.370. Namun, peluang penguatan tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level 6.370.

“IHSG terkoreksi 1,13 persen ke 6,461 dan disertai oleh munculnya tekanan jual. Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wavepada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6,290-6,370.

Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6,370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,541-6,581,” tulis analis MNC Sekuritas, Rabu, 16 September 2026.

Level 6.370 menjadi area penting dalam skenario perdagangan tersebut. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas level tersebut, indeks masih memiliki peluang bergerak menuju rentang 6.541–6.581.

Sebaliknya, apabila IHSG kehilangan level 6.370, risiko pelemahan untuk menguji area 6.290–6.370 semakin terbuka.

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG pada 6.279 dan 6.201. Sementara itu, level resistance berada di 6.585 dan 6.633.

Tekanan Asing Masih Membayangi IHSG

Proyeksi tersebut muncul setelah tekanan jual mewarnai perdagangan saham domestik. IHSG pada Selasa ditutup melemah 73,54 poin atau 1,13 persen ke level 6.461,15.

IHSG sebenarnya sempat dibuka di level 6.544,77 dan mencapai posisi tertinggi 6.549,60. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir perdagangan.

Indeks kemudian bergerak turun dan menyentuh level terendah 6.461,01 sebelum akhirnya ditutup di 6.461,15. Posisi penutupan tersebut hanya sekitar 0,14 poin di atas level terendah harian.

Tekanan jual juga tercermin dari transaksi investor asing. Pada perdagangan Selasa, investor asing mencatat pembelian Rp3,62 triliun dan penjualan Rp3,97 triliun.

Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp354,16 miliar.

Tekanan tersebut bukan hanya terjadi dalam satu hari. Sepanjang periode 9–15 September 2026, investor asing mencatat nilai pembelian Rp22,66 triliun dan penjualan Rp25,45 triliun.

Akumulasi net foreign sell dalam periode tersebut mencapai Rp2,79 triliun.

Dari sisi volume, investor asing membeli 25,09 miliar saham dan menjual 29,21 miliar saham sepanjang periode tersebut. Artinya, terdapat selisih penjualan sekitar 4,12 miliar saham.

Total volume transaksi saham pada Selasa mencapai 24,47 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,77 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.768.542 kali transaksi.

Investor domestik masih mendominasi perdagangan dengan porsi 64,77 persen dari total nilai transaksi, sedangkan investor asing memiliki porsi 35,23 persen.

Empat Saham Pilihan MNC Sekuritas

Selain memberikan proyeksi terhadap IHSG, MNC Sekuritas turut memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Rabu, 16 September 2026.

BRMS menjadi salah satu saham yang mendapatkan strategi Buy on Weakness. Saham tersebut menguat 0,68 persen ke level 735 pada perdagangan Selasa dan masih didominasi volume beli meskipun cenderung mengecil.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRMS sedang berada pada bagian awal wave 5 dari wave

Area Buy on Weakness BRMS berada pada 685–720. Target harga berada di 785 dan 830, sedangkan stoploss di bawah 675.

Selanjutnya, INCO terkoreksi 1,07 persen ke level 4.640 dan masih didominasi tekanan jual. Posisi INCO diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave  dari wave B.

MNC Sekuritas memberikan strategi Buy on Weakness untuk INCO pada area 4.330–4.600. Target harga ditetapkan pada 5.025 dan 5.400, dengan stoploss di bawah 4.240.

Untuk MAPA, saham tersebut terkoreksi 0,77 persen ke level 645 dan masih didominasi tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan posisi MAPA saat ini berada pada bagian dari wave A dari wave

Strategi Buy on Weakness MAPA berada pada area 620–640. Target harga ditetapkan pada 675 dan 690, sementara stoploss berada di bawah 610.

Sementara itu, AUTO mendapatkan strategi Sell on Strength. Saham AUTO menguat 1,2 persen ke level 3.360 dan masih didominasi volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi AUTO sedang berada pada bagian dari wavedari wave  sehingga penguatannya diperkirakan relatif terbatas dan rawan terkoreksi.

Area koreksi AUTO diperkirakan berada pada rentang 3.150–3.300. Adapun strategi Sell on Strength berada pada area 3.400–3.430.

Bagi investor, kemampuan IHSG mempertahankan level 6.370 menjadi perhatian utama dalam perdagangan Rabu.

Di tengah akumulasi net foreign sell Rp2,79 triliun selama sepekan, kegagalan mempertahankan level tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut.

Sebaliknya, selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, skenario penguatan menuju 6.541–6.581 masih menjadi peluang yang dipertimbangkan MNC Sekuritas.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.