IHSG Berbalik Hijau di Sesi I, Dana Asing Masuk Deras ke Saham BMRI

Data bursa mencatat indeks menguat 26,76 poin atau naik 0,42 persen ke level 6.463,61 dari posisi pembukaan di rentang 6.455,03. Penguatan indeks ini sejalan dengan kembalinya aksi beli bersih dari investor luar negeri di seluruh pasar.

Jumlah tersebut melampaui total nilai penjualan asing sebesar Rp2,00 triliun.

Selisih transaksi itu membukukan nilai beli bersih asingsebesar Rp77,54 miliar hingga akhir perdagangan Sesi I.

Sektor perbankan raksasa dan emiten energi menjadi tujuan utama aliran dana investor asing.

Saham PT Bank MandiriTbkmenempati peringkat teratas daftar Top Net Foreign Buy setelah mencatatkan net buy sebesar Rp142,67 miliar dengan akumulasi volume transaksi mencapai 32,98 juta lembar saham.

Saham PT Petrindo Disentral Utama Tbkmenyusul di posisi kedua dengan nilai beli bersih asing menembus Rp39,91 miliar dan volume sebesar 42,58 juta lembar saham.

Aliran modal asing juga mengalir ke saham PT Bank Rakyat IndonesiaTbkdengan net buy Rp32,58 miliar dari volume 9,75 juta lembar saham, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbksenilai Rp30,80 miliar dari volume 27,57 juta lembar saham.

Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbkturut mengantongi nilai beli bersih asing sebesar Rp28,53 miliar dari volume 46,06 juta lembar saham.

Selanjutnya, saham PT JAST Tbkmencatatkan net buy senilai Rp24,89 miliar dengan volume 5,84 juta lembar saham, disusul PT Singaraja Putra Tbksebesar Rp21,55 miliar dari volume 1,41 juta lembar saham, serta PT Petrosea Tbksenilai Rp20,30 miliar dari volume 3,85 juta lembar saham.

Dua emiten yang melengkapi sepuluh besar saham paling banyak dibeli asing adalah PT Bukit Asam Tbkdengan net buy Rp19,08 miliar dari volume 6,25 juta lembar saham, dan PT Dana Brata Luhur Tbksenilai Rp11,67 miliar dari volume 6,29 juta lembar saham.

Porsi pembelian bersih asing juga menyasar saham-saham di luar sepuluh besar, antara lain PT Puradelta Lestari Tbksebesar Rp11,08 miliar, PT Autopedia Sukses Lestari Tbksenilai Rp8,22 miliar, PT Astra Agro Lestari Tbksebesar Rp7,43 miliar, PT Indosat Tbksenilai Rp6,57 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbksebesar Rp6,40 miliar.

Selain itu, saham PT PT MD Pictures Tbkmencatatkan net buy Rp6,25 miliar, PT Astra International Tbksenilai Rp5,96 miliar, PT Indernet Global Utama Tbksebesar Rp5,55 miliar, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbksenilai Rp5,03 miliar, dan PT Visi Media Asia Tbksebesar Rp5,02 miliar.

Daftar Distribusi Asing dan Perputaran Broker

Di tengah kembalinya aksi beli secara keseluruhan, investor asing tetap melakukan penjualan bersih pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbkberada di posisi teratas sasaran aksi jual asingdengan nilai net sell mencapai Rp79,76 miliar dan volume 15,96 juta lembar saham.

Tekanan jual asing berlanjut pada saham PT Telkom IndonesiaTbkyang mencatatkan net sell sebesar Rp45,71 miliar dari volume 17,44 juta lembar saham, serta saham emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbksebesar Rp30,56 miliar dari volume 6,40 juta lembar saham.

Saham PT Aneka Tambang Tbkdilepas sebesar Rp23,17 miliar dengan volume 7,18 juta lembar saham, disusul PT Bank Negara IndonesiaTbksebesar Rp22,23 miliar dari volume 5,94 juta lembar saham.

Emiten tambang batu bara PT Bumi Resources Tbkmencatatkan net sell sebesar Rp18,20 miliar dari volume 91,02 juta lembar saham, PT Merdeka Battery Materials Tbksenilai Rp15,90 miliar dari volume 21,86 juta lembar saham, serta PT Timah Tbksebesar Rp15,55 miliar dari volume 3,31 juta lembar saham.

Melengkapi jajaran sepuluh besar pelepasan asing, saham PT Merdeka Battery Materials Tbkmencatatkan net sell sebesar Rp8,19 miliar dan PT Energi Mega Persada Tbksebesar Rp7,80 miliar.

Beberapa emiten lain yang mencatatkan aksi net sell asing meliputi PT Buana Lintas Lautan Tbksebesar Rp7,21 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbksenilai Rp7,01 miliar, PT Impack Pratama Industri Tbksebesar Rp6,57 miliar, PT Darma Henwa Tbksenilai Rp6,43 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbksebesar Rp5,44 miliar, PT Barito Pacific Tbksenilai Rp5,09 miliar, PT Cipta Perdana Tbksebesar Rp4,63 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbksenilai Rp4,05 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbksebesar Rp4,00 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbksenilai Rp3,84 miliar.

Dari pergerakan broker di seluruh pasar, data Top Broker menempatkan Stockbit Sekuritas Digital (dengan kode broker XL) di urutan pertama perputaran nilai transaksi dengan akumulasi sebesar Rp2,19 triliun.

Posisi kedua diduduki UBS Sekuritas Indonesiadengan nilai transaksi Rp1,58 triliun, diikuti Ina Sekuritas Indonesiasebesar Rp1,49 triliun, dan Mandiri Sekuritasyang membukukan total nilai perputaran transaksi sebesar Rp1,43 triliun sepanjang perdagangan Sesi I.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.