Purbaya Sidak Perusahaan Baja Asal China di Pulogadung, Berikut TemuannyaDividen MERK Cair Juni 2026, Investor Siap Terima Berapa?
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim perseoran yang dipublikasikan, BAJA mencatatkan lonjakan penjualan dan pendapatan usaha murni dari produk sebesar Rp634,54 miliar.
Angka tersebut melesat 85,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp341,63 miliar.
Kenaikan pendapatan diikuti oleh peningkatan beban pokok penjualan yang tercatat sebesar Rp584,08 miliar pada semester I 2026, membengkak dari posisi semester I 2025 sebesar Rp332,64 miliar.
Meski demikian, BAJA tetap membukukan kenaikan laba bruto yang meroket menjadi Rp50,47 miliar, dibandingkan capaian periode enam bulan 2025 yang hanya sebesar Rp8,98 miliar.
BAJA berhasil membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp21,09 miliar pada semester I 2026. Kondisi ini berbalik signifikan dibandingkan periode semester I 2025 yang mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp17,13 miliar.
Setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan sebesar Rp239,07 juta, perseroan mengantongi total laba bersih periode berjalan sebesar Rp21,33 miliar per 30 Juni 2026.
Catatan ini sukses membalikkan posisi rugi bersih sebesar Rp16,53 miliar yang ditanggung perseroan pada semester I 2025.
Dari posisi neraca keuangan, total aset BAJA mengalami pertumbuhan menjadi Rp769,45 miliar per 30 Juni 2026, dari posisi akhir tahun 2025 yang berada di angka Rp684,67 miliar.
Kenaikan aset ini terutama ditopang oleh kenaikan aset lancar Rp620,17, dengan posisi kas dan setara kas melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp24,21 miliar dari sebelumnya Rp11,35 miliar.
Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan mencatatkan kenaikan dari Rp663,39 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp726,77 miliar per 30 Juni 2026.
Pertumbuhan laba bersih pada semester pertama tahun ini turut memperkuat struktur ekuitas perseroan, di mana total ekuitas melesat menjadi Rp42,68 miliar per 30 Juni 2026 dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp21,28 miliar.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.