Tertekan ke Zona Merah, BUMI Diproyeksikan Lanjut MelemahPimpin Top Stock, BUMI Diserok Asing Rp22,6 Miliar di Tengah Distribusi
Data tersebut juga menunjukkan porsi saham publik sekitar 43,1 persen. Direktur BUMI Eddy Sanusi tercatat memiliki sekitar 36,5 juta saham atau sekitar 0,01 persen.
Total saham BUMI yang tercatat mencapai sekitar 371,34 miliar saham.
Dengan demikian, perubahan struktur pemegang saham yang terlihat dalam laporan bulanan bukan berupa perubahan posisi pengendali. Mach Energy tetap berada pada 45,78 persen, sehingga struktur pengendalian perusahaan relatif stabil.
Laporan keuangan BUMI per 30 Juni 2026 juga mencatat Mach Energy dengan jumlah kepemilikan yang sama.
Dari sisi fundamental, BUMI memasuki paruh kedua 2026 dengan kinerja yang meningkat. Hingga semester I 2026, pendapatan tercatat sekitar Rp14,90 triliun, naik 35,4 persen secara tahunan.
EBITDA mencapai Rp1,63 triliun, tumbuh 53,5 persen, sedangkan laba bersih mencapai Rp1,01 triliun atau meningkat 205,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menjadi latar belakang penting ketika pasar mulai memperhatikan ekspansi mineral BUMI. Setelah Wolfram dan Jubilee Metals, akuisisi Loyal Metals memperbesar portofolio bisnis mineral perseroan.
Namun di pasar saham, responsnya masih tercermin melalui aktivitas transaksi yang tinggi disertai penurunan harga.
Pada Jumat, kombinasi volume sekitar 3,4 miliar saham, frekuensi 59 ribu kali, nilai transaksi Rp666,91 miliar, serta net foreign negatif Rp61,05 miliar menjadi gambaran utama perdagangan BUMI.
Dengan posisi harga Rp193, pasar kini memasuki pekan berikutnya setelah BUMI mencatat penurunan 7,21 persen sepanjang pekan perdagangan 14–18 September.
Perhatian berikutnya akan tertuju pada kemampuan harga bertahan setelah lonjakan aktivitas transaksi tersebut, sekaligus bagaimana perkembangan aset mineral baru mulai tercermin dalam kinerja BUMI.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.