Laba Astra Internasional (ASII) Anjlok 19 Persen Tambang dan Alat Berat Lesu

Rombak Strategi, AstraFokuskan Pertumbuhan pada Tiga Pilar Bisnis IntiIHSG Naik 0,64 Persen di Midday, Asing Borong MDKA-TINS, ASII Ikut Menguat

Bagi ASII, kemampuan bertahan di atas Rp4.800 dan kemudian melewati Rp4.815 menjadi perkembangan awal yang perlu dicermati.

Jika momentum berlanjut menuju area Rp4.842 hingga Rp4.885, pasar akan memperoleh konfirmasi tambahan mengenai kekuatan rebound.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan Rp4.750 akan kembali menempatkan area support bawah sebagai perhatian.

Dengan demikian, penguatan IHSG pada tengah hari 23 September belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya arus asing secara menyeluruh.

Pasar justru menunjukkan pola rotasi, sementara ASII masih berada dalam fase pemulihan yang membutuhkan konfirmasi harga dan volume pada sesi-sesi berikutnya.

Saham Terkerek Pelan

PT Astra International Tbkjuga bergerak naik. ASII berada di Rp4.800, naik Rp20 atau 0,42 persen.

Saham Astra dibuka di Rp4.790, sempat menyentuh level tertinggi Rp4.820 dan terendah Rp4.750. Data historis juga menunjukkan volume perdagangan sekitar 20,44 juta saham pada sesi pertama hari ini.

Kenaikan tersebut terjadi setelah ASII pada perdagangan 22 September ditutup di Rp4.780 atau turun 0,83 persen. Dengan demikian, penguatan hari ini masih berada dalam konteks pemulihan setelah tekanan pada sesi sebelumnya.

Pergerakan ASII juga belum sepenuhnya menunjukkan perubahan tren teknikal. Data per 22 September mencatat seluruh moving average utama, mulai MA5 hingga MA200, masih memberikan sinyal jual.

MA5 berada di sekitar Rp4.796, MA10 Rp4.815, MA20 Rp4.842,5, MA50 Rp4.878,4, MA100 Rp4.885,25, dan MA200 Rp4.847,28.

Dengan posisi harga Rp4.800, ASII baru berada sedikit di atas MA5, tetapi masih di bawah MA10 hingga MA200.

Karena itu, area Rp4.815–Rp4.885 menjadi rentang yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah penguatan saham mulai berkembang menjadi pemulihan yang lebih kuat.

Di sisi lain, data teknikal juga menunjukkan RSI ASII berada di 36,567, sementara StochRSI berada di level 0 dan Williams %R berada pada kondisi jual berlebih.

Kondisi tersebut menggambarkan tekanan harga yang sudah cukup dalam, tetapi belum secara otomatis menjadi sinyal pembalikan tren.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.