Berdasarkan data perdagangan pasar, IHSG dibuka naik 27,75 poin atau setara 0,44 persen ke level 6,304,80.
Pergerakan indeks saham domestik pada pagi ini berupaya bangkit setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup tajam.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatatkan nilai transaksi mencapai 163,43 miliar Rupiah dengan volume perdagangan sebanyak 3,50 juta lot serta frekuensi transaksi mencapai 33,99 ribu kali.
Tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya tergolong luas. Pada Selasa, 22 September 2026, IHSG ditutup melemah 1,69 persen ke level 6.277.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.258 hingga 6.423.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, sebanyak 556 saham berakhir di zona merah, sedangkan hanya 148 saham yang menguat dan 259 saham lainnya bergerak stagnan.
Kondisi tersebut menunjukkan koreksi IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, tetapi terjadi pada berbagai kelompok saham.
Aktivitas perdagangan tetap tinggi meskipun indeks mengalami tekanan. Volume transaksi mencapai sekitar 31,03 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp13,94 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,14 juta kali.
Di tengah koreksi tersebut, BUMI menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan dengan volume sekitar 4 miliar saham. Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp714 miliar, sedangkan frekuensi transaksi berada di kisaran 67 ribu kali.
Dari sisi saham yang menguat, FORU menjadi top gainer dengan kenaikan 34,35 persen ke Rp176, disusul BPTR yang naik 33,78 persen menjadi Rp99 dan SAPX menguat 24,50 persen ke Rp376.
Sementara itu, BBSS menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 14,71 persen ke Rp87.
Berdasarkan pergerakan sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona hijau.
Sektor barang konsumen non-primer atau cyclical memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,54 persen, disusul sektor industri yang menguat 0,94 persen, serta sektor barang baku sebesar 0,67 persen.
Sektor lainnya seperti barang konsumen primer atau non-cyclical menguat 0,63 persen, energi naik 0,44 persen, properti menguat 0,33 persen, infrastruktur naik 0,30 persen, teknologi menguat 0,16 persen, keuangan naik 0,13 persen, dan kesehatan terangkat 0,02 persen.
Di sisi lain, hanya sektor transportasi yang mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,03 persen.
Di jajaran saham berkapitalisasi besar, saham PT Bank MandiriTbk dengan kode emiten BMRI dari sektor keuangan mencatatkan penguatan sebesar 0,96 persen atau naik 40 poin ke level 4,200 per saham.
Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers atau penguatan tertinggi pada pembukaan perdagangan pagi ini antara lain PT Fortune Indonesia Tbk dengan kode emiten FORU dari sektor barang konsumen non-primer melesat 34,09 persen atau naik 60 poin ke posisi 236.
Diikuti oleh PT Wahana Inti Makmur Tbk dengan kode emiten NASI dari sektor barang konsumen primer yang melonjak 24,66 persen atau naik 72 poin ke level 364.
Selanjutnya, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk dengan kode emiten UNSP dari sektor barang konsumen primer menguat 21,36 persen atau naik 44 poin ke posisi 250.
Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk dengan kode emiten ZATA dari sektor barang konsumen non-primer menguat 17,54 persen atau naik 10 poin ke posisi 67, serta PT Transkon Jaya Tbk dengan kode emiten TRJA dari sektor energi naik 16,26 persen atau 20 poin ke posisi 143.
Sementara itu, saham yang berada di daftar top losers atau penurunan terdalam pagi ini di antaranya PT Batavia Prosperindo Trans Tbk dengan kode emiten BPTR dari sektor transportasi yang terkoreksi 7,07 persen atau turun 7 poin ke level 92.
Disusul oleh PT Dyandra Media International Tbk dengan kode emiten DYAN dari sektor barang konsumen non-primer yang melemah 6,06 persen atau turun 6 poin ke level 93.
Selain itu, saham PT Samator Indo Gas Tbk dengan kode emiten AGII dari sektor barang baku turut terkoreksi sebesar 5,71 persen atau turun 200 poin ke posisi 3,300.
MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wavesetelah sebelumnya melanjutkan koreksi sebesar 1,69 persen ke posisi 6,277 pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Tim analis memperkirakan indeks akan menguji rentang area support 6,208 hingga 6,258, sedangkan area penguatan terdekat berada di rentang 6,333 hingga 6,364.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.