MGLV Suntik Modal Rp98 Miliar ke Dua Anak Usaha, Untuk Apa?

MGLV Masuki Bisnis AI Data Center Usai RUPSLB Setujui Perubahan Usaha

“Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan prospektus singkat perseroan, dana hasil rights issue akan digunakan sebagai suntikan modal kepada dua anak usaha, yakni PT Nextier Askara Centerdan PT Nextier GenAi Center

Kedua anak usaha tersebut akan mengembangkan fasilitas AI data center dengan total kapasitas mencapai 102 megawattNAC saat ini telah mengoperasikan data center dengan kapasitas 6 MW dan tengah menambah kapasitas sebesar 36 MW di kawasan Jababeka, Jawa Barat.

Sementara itu, NGC tengah membangun AI data center berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Ekspansi tersebut membuat pengembangan kapasitas menjadi salah satu fokus utama penggunaan dana rights issue NexAI.

Dari total kapasitas yang ditargetkan mencapai 102 MW, NAC akan berkontribusi melalui fasilitas yang sudah beroperasi dan penambahan kapasitas di Jababeka.

Sementara NGC mengembangkan fasilitas baru di KITB. Dengan demikian, dana hasil aksi korporasi akan diarahkan ke dua proyek data center dengan tahapan pengembangan yang berbeda.

Pembangunan fasilitas tersebut juga sejalan dengan perubahan fokus bisnis NexAI yang kini mengarah pada infrastruktur pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan.

Perseroan menyebut fasilitas yang dikembangkan akan mendukung kebutuhan hosting chip AI, sehingga kapasitas yang dibangun tidak hanya ditujukan untuk penyimpanan data, tetapi juga kebutuhan pengelolaan dan pemrosesan yang berkaitan dengan teknologi AI.

Dari sisi struktur pendanaan, keterlibatan NDC menjadi bagian penting dalam aksi korporasi ini.

Pemegang saham utama tersebut telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dengan nilai sekitar Rp1,65 triliun.

Komitmen tersebut mencakup porsi signifikan dari dana yang ditargetkan NexAI melalui rights issue.

Sementara itu, pemegang saham lama lainnya perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan HMETD karena hak tersebut memiliki periode perdagangan dan pelaksanaan yang terbatas.

Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan menghadapi potensi dilusi kepemilikan maksimal 13,04 persen setelah seluruh saham baru diterbitkan.

Bagi NexAI, aksi korporasi ini menjadi sumber pendanaan untuk menjalankan transformasi bisnis sekaligus memperbesar kapasitas infrastruktur AI data center.

Perseroan kini mengarahkan ekspansinya pada fasilitas yang dapat menopang kebutuhan industri AI, dengan proyek di Jababeka dan KITB menjadi bagian dari rencana pengembangan tersebut.

Selain membiayai pengembangan AI data center, dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung strategi baru perseroan.

Di sisi lain, pemegang saham lama yang tidak menggunakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 13,04 persen setelah pelaksanaan rights issue.

Adapun berdasarkan jadwal indikatif, HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan per 3 November 2026.

Periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 5 November hingga 18 November 2026.

NexAI sebelumnya bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk.

Perseroan saat ini tengah melakukan transformasi bisnis dengan fokus pada sektor pusat data AI, termasuk kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data untuk mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.