GOTO Gelar RUPSLB 14 Oktober 2026, Agendanya Berpeluang Dorong Harga?Morgan Stanley Lepas Saham GOTO, Porsi Kepemilikan Menyusut Jadi 6,98 Persen
Agenda kedua yang tidak kalah krusial yakni persetujuan atas pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama GoTo.
Pengunduran diri petinggi jajaran direksi ini akan diputuskan resminya dalam forum rapat tersebut.
Kinerja Semester I 2026
GOTO sukses membukukan pembalikan kinerja keuangan yang positif pada semester I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, emiten teknologi ini sukses meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607,49 miliar.
Perolehan tersebut berbalik dibanding periode serupa tahun lalu saat GOTO mengalami rugi bersih sebesar Rp580,01 miliar.
Kenaikan laba bersih itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh 28,45 persen menjadi Rp10,99 triliun sepanjang paruh pertama 2026.
Angka ini meningkat dibanding perolehan semester I 2025 yang sebesar Rp8,56 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan perseroan naik dari Rp3,63 triliun menjadi Rp4,19 triliun pada semester I 2026.
Meski demikian, laba bruto GOTO tetap melonjak 38,05 persen mencapai Rp6,80 triliun dibandingkan posisi periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,93 triliun.
GOTO juga mampu mencatatkan keuntungan selisih kurs mata uang asing sebesar Rp315,14 miliar, berbalik dari kerugian selisih kurs sebesar Rp44,34 miliar pada semester I 2025.
Dengan perkembangan perolehan tersebut, GOTO mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp691,25 miliar, berbalik dari kondisi rugi sebelum pajak sebesar Rp499,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan turut meningkat menjadi Rp0,57 per saham dari sebelumnya rugi Rp0,55 per saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.