Lippo Karawaci (LPKR) Cetak Kemajuan Dekarbonisasi, Emisi Bangunan Turun 34 Persen

Strategi Reposisi LPKR: Divestasi SFI dan PCL Senilai Rp34 MiliarLippo KarawaciKucurkan Rp332 Miliar, Ambil Alih Saham KSS

Pada 2025, LPKR melakukan penetapan ulang baseline setelah dekonsolidasi Siloam Hospitals. Operasional Siloam tidak lagi masuk ke Scope 1 dan Scope 2 LPKR seperti sebelumnya.

Namun, dampak lingkungannya tetap dicatat dalam Scope 3 melalui Kategori 15 atau Investasi.

Dalam kategori tersebut, LPKR mencatat emisi Siloam secara proporsional berdasarkan kepemilikan saham sebesar 29,09 persen. Dengan perubahan tersebut, inventarisasi Scope 3 LPKR pada 2025 mencakup tujuh kategori emisi.

Artinya, lonjakan Scope 3 dari 453 ktCO₂e menjadi 515 ktCO₂e juga dipengaruhi oleh perubahan struktur pelaporan.

Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari perluasan cakupan inventarisasi emisi, bukan semata-mata sebagai bukti bahwa jejak karbon operasional LPKR memburuk.

Pada akhirnya, angka-angka tersebut membawa persoalan yang lebih menarik daripada sekadar apakah LPKR berhasil atau gagal menurunkan emisi. Yang membaik adalah efisiensi emisinya. Sementara skala emisinya masih besar.

LPKR sedang berusaha membuat setiap meter persegi bangunan menghasilkan emisi yang lebih rendah. Tetapi pada saat yang sama, portofolionya terus berkembang dan konsumsi listrik masih menjadi sumber energi dominan.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana efisiensi tersebut bisa berjalan lebih cepat daripada pertumbuhan aktivitas bisnis.

Salah satu jawabannya terlihat dari kapasitas energi surya. Hingga 2025, LPKR telah memasang solar photovoltaic dengan kapasitas 1.898 kWp. Angka tersebut masih jauh dari target 5.000 kWp pada 2030.

Jadi, pekerjaan rumah LPKR bukan lagi sekadar membuat gedung lebih hemat energi. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan ekspansi portofolio tidak kembali menggerus penghematan yang sudah diperoleh.

Sebab, dalam urusan emisi, gedung yang makin efisien belum tentu berarti perusahaan yang emisinya makin kecil.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.