Danantara Siapkan Langkah Baru di Hong Kong, Apa yang Dibidik?

Badan pengelola investasi Indonesia tersebut disebut telah mendaftarkan anak usaha bidang holding dan keuangan di Hong Kong.

Berdasarkan catatan registrasi perusahaan, Danantara Investment Holding Hong Kong didirikan pada 23 Maret. Danantara kini tengah mencari tenaga profesional investasi untuk memperkuat timnya di Hong Kong.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah pihak yang mengetahui rencana tersebut.

Salah satu sumber meminta identitasnya tidak disebutkan dengan alasan membocorkan informasi yang bersifat privat.Katanya, Danantara saat ini masih mencari lokasi kantor yang sesuai di Hong Kong.

Saat dikonfirmasi, Danantara belum memberikan tanggapan rencana tersebut.

Perluas Portofolio Investasi

Danantara didirikan pada 2025 dan menjadi sovereign wealth fund kedua milik Indonesia.

Lembaga tersebut mengawasi ratusan badan usaha milik negaraDanantara juga mengendalikan aset yang menurut pejabat pemerintah bernilai sekitar USD900 miliar.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir sebelumnya mengungkapkan rencana diversifikasi portofolio.

Pada Agustus 2026, Pandu mengatakan Danantara bersiap menyalurkan investasi pertamanya kepada pengelola hedge fund. Investasi tersebut direncanakan mulai dilakukan pada akhir 2026.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi Danantara untuk memperluas dan mendiversifikasi portofolio investasinya. Danantara juga telah memberikan mandat private credit senilai USD1 miliar kepada pengelola aset asal Swiss, Partners Group.

Informasi mengenai mandat tersebut disampaikan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan tersebut pada Agustus.

Selain itu, Danantara sepakat menginvestasikan USD2,5 miliar dalam sebuah perusahaan patungan. Perusahaan patungan tersebut akan memegang bisnis JBS NV di Australia dan Selandia Baru.

Ekspansi ke Hong Kong menjadi langkah terbaru Danantara dalam memperluas jangkauan aktivitas investasinya. Kehadiran tim investasi di Hong Kong juga dapat mendukung pengelolaan peluang investasi di kawasan Greater China dan Asia Utara.

Hong Kong Bidik Danantara untuk Perluas Kerja Sama Ekonomi

Jauh sebelumnya, Hong Kong melihat Danantara sebagai fondasi strategis untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Komitmen tersebut mencakup investasi, teknologi digital, infrastruktur, energi baru, hingga pengembangan talenta lokal.

“Hong Kong merupakan hub Belt and Road yang ideal, dan kami sangat antusias memiliki rute yang dekat untuk kolaborasi dengan Indonesia,” kata Commissioner for Belt and Road Hong Kong Nicholas Ho di Belt and Road Summit 2025 yang berlangsung di Hong Kong, Kamis, 11 September 2025.

Menurut Nicholas, Hong Kong telah memimpin delegasi ke Jakarta pada Juli 2025. Delegasi tersebut bertemu dengan Danantara dan IKEN untuk membahas peluang kerja sama.

“Kami telah memimpin delegasi ke Jakarta pada Juli lalu dan bertemu dengan Danantara serta IKEN.

Kami melihat prospek menarik untuk bekerja lebih dekat dengan Indonesia, baik melalui aviasi, pertemuan di Ibu Kota Nusantara, maupun jalur lain,” ujarnya.

Nicholas mengatakan, potensi kerja sama tidak hanya mencakup investasi finansial. Menurutnya, peluang juga terbuka dalam pengembangan teknologi digital dan sektor strategis lainnya.

“Danantara adalah fondasi kesejahteraan baru yang membuka banyak peluang kemitraan. Hong Kong telah mengumumkan fondasi bilateral joint venture bernama Saudi Nexus Fund dengan PIF dari Kerajaan Arab Saudi,” katanya.

“Danantara juga telah mengumumkan kolaborasi joint venture dengan Ketai Investment Authority. Ruang untuk kolaborasi ada di sana, dan kami antusias terhadap pasar Indonesia yang berkembang cepat dan dinamis,” lanjutnya.

Hong Kong Bidik Digital Silk Road

Nicholas Ho menekankan sektor Digital Silk Road sebagai salah satu fokus utama kerja sama Hong Kong dan Indonesia. Sektor tersebut mencakup pembangunan pusat data, infrastruktur kecerdasan buatan, serta energi baru.

Energi baru yang menjadi perhatian antara lain teknologi baterai dan teknologi energi lainnya.

“Kebutuhan infrastruktur digital Indonesia akan terus meningkat karena masyarakatnya sangat berbakat di bidang ekonomi dan teknologi digital,” ucap Nicholas.

Menurut Nicholas, kerja sama kedua wilayah tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik. Pengembangan talenta lokal juga menjadi bagian penting dari investasi Hong Kong dan China di Indonesia.

“Investasi Hong Kong dan China di Indonesia bukan hanya membangun pabrik. Kami tertarik melatih dan berkembang bersama komunitas talenta lokal agar mobilitas lebih tinggi bersama,” katanya.

Investasi Hong Kong di Negara Belt and Road

Investasi Hong Kong ke negara-negara Belt and Roadmenunjukkan pertumbuhan dalam satu dekade terakhir. Pada 2023, posisi investasi langsung keluar Hong Kong ke negara B&R mencapai USD133 miliar atau sekitar Rp2.194,5 triliun.

Angka tersebut meningkat 3,6 kali lipat dibandingkan posisi pada 2013.

Perdagangan luar negeri Hong Kong dengan negara B&R juga mengalami peningkatan. Pada 2024, nilai perdagangan tersebut mencapai USD276,1 miliar.

Nilai itu meningkat 178 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung perluasan jaringan kantor perwakilan Hong Kong di berbagai negara. Saat ini, jaringan tersebut mencakup 68 kota di 129 negara.

Kebijakan pemerintah Hong Kong juga diarahkan untuk mempermudah perdagangan dan pembiayaan. Sebagai pusat keuangan global, Hong Kong memiliki posisi strategis dalam investasi lintas batas.

Hong Kong juga menjadi salah satu pasar renminbi terbesar di dunia. Posisi tersebut membuat Hong Kong berperan sebagai pintu masuk investasi dan perdagangan bagi proyek-proyek Belt and Road.

Kerja sama dengan Danantara menjadi salah satu peluang bagi Hong Kong untuk memperluas keterlibatannya dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.