Aksi DOOH Caplok 29 Persen Saham INET Rp2 Triliun, Bidik Ekosistem AI?

Transformasi ke Ekosistem AI, DOOH Siap Akuisisi INETMasuknya SII Bawa DOOH Garap Ekosistem AI, Intip Target Analis

Aksi korporasi ini ditopang oleh penguatan kinerja keuangan konsolidasian perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang direviu auditor independen, DOOH mengantongi pendapatan neto sebesar Rp84,26 miliar atau naik dari posisi Rp73,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba neto periode berjalan perseroan melonjak tajam menjadi Rp63,27 miliar, sementara total aset konsolidasian DOOH tumbuh dari Rp345,96 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp406,50 miliar per pertengahan 2026.

Restrukturisasi perseroan ini berjalan beriringan dengan pelaksanaan kewajiban Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) oleh SII selaku pengendali baru DOOH.

SII sebelumnya telah menyelesaikan akuisisi 51,00 persen saham DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026.

Pengendali baru yang dimiliki oleh Tinawati ini mengeksekusi akuisisi 3,94 miliar saham DOOH pada harga Rp50 per lembar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp197,34 miliar.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, penawaran tender wajib dilakukan atas sebanyak-banyaknya 2,624 miliar saham publik atau setara 33,91 persen saham perseroan pada harga Rp148 per lembar saham.

Periode penawaran tender wajib DOOH dijadwalkan berlangsung mulai 5 Oktober hingga 3 November 2026, dengan tanggal penyelesaian pembayaran pada 9 November 2026.

SII menegaskan telah menyediakan dana internal hingga Rp388,43 miliar untuk menuntaskan kewajiban tender tersebut melalui penunjukan PT Yakin Bertumbuh Sekuritas sebagai pialang.

Rangkaian aksi akuisisi, rights issue, dan konversi pinjaman ini diproyeksikan bakal mengubah secara total tata kelola serta arah strategis bisnis DOOH di masa mendatang.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.