Teknologi tersebut dinilai dapat mempercepat analisis data wilayah kerja migas yang akan ditawarkan kepada investor.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ke G20 Energy Abundance Ministerial Meeting di Houston, Texas, Amerika Serikat, pada pertengahan September 2026, ia sempat bertandang ke ExxonMobil.
Kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah Indonesia untuk melihat langsung perkembangan teknologi pemrosesan data tingkat tinggi yang diterapkan dalam skala industri hulu migas global.
Adapun yang menjadi sorotan Yuliot adalah infrastruktur dan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut. Yuliot menyampaikan teknologi ExxonMobil bisa menganalisis data 40 terabytedalam satu detik.
Kecepatan analisis data dalam skala raksasa ini dinilai menjadi game changer bagi upaya percepatan penemuan cadangan migas baru di Tanah Air.
Guna mengadopsi efisiensi teknologi tersebut, pemerintah berencana mendorong kemitraan strategis antara raksasa migas global dan BUMN migas nasional.
“Kami lihat kolaborasi antar perusahaan multinasional dan juga di dalam negeri, seperti Pertamina Hulu Energi, kami akan dorong bagaimana kolaborasi di antara mereka,” kata Yuliot di Kantor ESDM, dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kerja sama alih teknologi pemrosesan data ini diharapkan mampu mentransformasi metode evaluasi data geologi dan geofisika di Indonesia yang selama ini masih membutuhkan waktu relatif lama.
Melalui keberadaan teknologi modern, pengelolaan dan evaluasi potensi cekungan migas di Indonesia tidak lagi mengandalkan mekanisme manual yang berisiko memperlambat keputusan investasi.
“Mereka memiliki super komputer untuk mengolah data-data, sudah tidak manual lagi.
Jadi, ini membuka kesempatan juga kalau ada wilayah kerja yang kita miliki, yang siap ditawarkan, bagaimana analisis datanya, kemudian pembacaan di super komputer,” jelas Yuliot.
Penerapan superkomputer dalam pembacaan data seismik dan geologi diyakini bakal mendongkrak daya tarik lelang WK migas Indonesia di mata para investor multinasional.
Ketepatan dan kecepatan interpretasi data wilayah kerja yang siap ditawarkan menjadi kunci utama untuk memikat modal masuk serta mempercepat kegiatan pemboran eksplorasi.
Akselerasi seluruh tahapan eksplorasi hingga eksploitasi ini bermuara pada satu target besar nasional di sektor energi.
“Sehingga 1 juta barel itu bisa kita capai,” tegas Yuliot.
Bahlil Intruksikan Jajaran
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menginstruksikan jajarannya untuk memacu target lifting minyak bumi nasional ke level 612.500 barel per day.
Bahlil mengutarakan bahwa penetapan patokan angka lifting minyak tersebut telah dikomunikasikan secara mendalam dengan berbagai instansi terkait demi memicu kinerja otoritas hulu migas.
“Sesuai dengan nota keuangan dan memperhatikan realisasi sampai dengan Juli tahun 2026, lifting minyak, gas, dan bumi pada RAPBN tahun 2027 diusulkan sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari.
Khusus lifting minyak bumi, saya beberapa hari lalu sudah melakukan komunikasi dengan beberapa kementerian dan pimpinan yang lain itu di sekitar 612.500 barel per hari, supaya kerja Kepala SKK Migas juga kelihatan,” tegas Bahlil saat Rapat Kerja Komisi Xll DPR RI.
Bahlil merinci bahwa alokasi total lifting migas nasional sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari tersebut ditopang oleh dua komponen utama, yakni minyak bumi dan gas bumi.
Selain target lifting minyak bumi sebesar 612.500 bpd, pemerintah mematok target lifting gas bumi nasional berada pada angka 954.000 barel setara minyak per hari.
“Untuk lifting gas bumi diusulkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari, dengan pengembalian biaya operasi ditargetkan sebesar 10,1 miliar dolar AS,” jelas Bahlil.
Dalam penetapan asumsi makro sektor energi 2027 tersebut, pemerintah mengusulkan patokan harga minyak mentah InIndonesia atau Indonesia Crude Pricesebesar 75 dolar AS per barel.
Bahlil mengibaratkan gejolak harga minyak mentah dunia bagaikan pergerakan penyakit malaria yang sangat sulit diprediksi akibat tingginya eskalasi konflik geopolitik global.
“Dinamika global perang masih belum bisa kita prediksi kapan selesai dan harga minyak dunia ini saya menganalogikan seperti penyakit malaria. Pagi sembuh, sore bisa bangkit lagi penyakitnya. Jadi kita tidak pernah tahu,” kiasnya.
Kementerian ESDM turut mengantisipasi skenario pembengkakan anggaran subsidi energi apabila pergerakan ICP dan nilai tukar rupiah tertekan melebihi batas asumsi dasar.
Proyeksi asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 ditetapkan pada kisaran Rp17.500 per dolar AS dengan patokan laju inflasi domestik di angka 2,5 persen.
“Usulan subsidi listrik pada RAPBN 2027 sebesar Rp117,84 triliun dengan asumsi ICP 75 dolar per barel, nilai tukar Rp17.500, dan inflasi 2,5 persen.
Jika harganya naik menjadi 80 dolar per barel ICP, maka ada kemungkinan penambahan subsidi termasuk penyesuaian nilai tukar,” papar Bahlil.
Bahlil menekankan bahwa pencapaian target lifting minyak bumi sebesar 612.500 bopd merupakan pertaruhan penting bagi ketahanan energi nasional di tengah tingginya ketergantungan impor.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumidituntut mengeksekusi program pengeboran masif dan percepatan pengoperasian lapangan baru.
“Target ini menjadi ujian konkret ketegasan manajemen hulu migas kita. Seluruh pihak terkait wajib mengawal agar angka lifting ini benar-benar terealisasi di lapangan,” ujarnya.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.