GOTO Paling Banyak Dibuang Asing Pekan ini, EMAS Laris Manis

Asing Lepas GOTO Rp927 Miliar Sepekan, Sahamnya Diserok Habis oleh Ritel Lokal?

Perdagangan Saham Sepekan: Volume Transaksi Naik, IHSG Anjlok 3,28 Persen

Lagi-lagi Saham GOTO ARB!

Ia menambahkan, data rinci mengenai jumlah emiten dan besaran dampak penurunan saham-saham tersebut terhadap pergerakan indeks.

“Terdapat 26 saham dengan harga Rp50 dengan total bobot pada IHSG sebesar 1,91 persen per 25 Sep 2026.

Saham tersebut mengalami penurunan antara 8 persen – 14 persen pada 28 Sep 2026 yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar -0,27 persen atau -16,707 poin,” jelasnya.

Di sisi lain, HSBC Global Investment Research memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabunganbakal berada di level 6.200 hingga akhir 2026.

Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Investment Research Herald van der Linde mengatakan, target IHSG 6.200 telah dipertahankan HSBC dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami memiliki target IHSG sebesar 6.200 hingga akhir tahun, dan target tersebut sudah kami pertahankan cukup lama,” ujar Herald kepada media di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Pergerakan IHSG sepanjang September juga menunjukkan tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Berdasarkan data perdagangan hingga 30 September 2026, IHSG melemah 429,62 poin atau 6,58 persen dalam sebulan.

Herald menyatakan, ruang kenaikan IHSG juga berkaitan dengan perkembangan arus modal dan stabilitas rupiah.

Menurut Herald, investor mulai kembali melihat Indonesia setelah sebelumnya perhatian pasar banyak terserap oleh saham, serta perusahaan yang berkaitan dengan tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence

“Seperti yang disampaikan Fred (Chief Asia Economist HSBC), rupiah mulai stabil dan arus modal mulai kembali masuk,” katanya.

Perubahan perhatian investor tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi arah pasar saham Asia. Herald menyebut Indonesia saat ini berada di posisi menengah jika dibandingkan dengan pasar saham lain di kawasan.

Herald juga menyebut, sejumlah pasar regional mendapatkan perhatian lebih besar karena pertumbuhan laba perusahaan yang sangat tinggi, terutama perusahaan yang berkaitan dengan tema AI.

“Bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan? Indonesia berada di kelompok menengah,” katanya.

Dia mencontohkan pasar Korea Selatan. Pada awal tahun, analis memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan di Korea sekitar 50 persen.

Namun, proyeksi tersebut kemudian mengalami revisi besar hingga mencapai sekitar 320 persen pada pekan sebelumnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.