KIJA Catat Rugi Rp6,4 Miliar di Semester I 2026, Ditekan Biaya Refinancing
Berdasarkan kalkulasi rasio keuangan sesuai regulasi Peraturan Otoritas Jasa KeuanganNomor 17/POJK.04/2020, nilai transaksi tidak mencapai ambang batas 20 persen dari total ekuitas perseroan.
Selain itu, perbandingan total aset, laba bersih, maupun pendapatan usaha KIS terhadap perseroan juga berada di bawah ambang batas 20 persen.
Transaksi ini juga dipastikan bukan merupakan Transaksi Afiliasi atau Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020.
PT Seafer Lumina Capital selaku pihak penjual tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan, pemegang saham utama, pengendali, maupun anggota Direksi dan Dewan Komisaris KIJA.
Seiring diperolehnya pengendalian tersebut, laporan keuangan KIS secara otomatis akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian KIJA melalui Indocargomas Persada.
Meskipun perseroan mengumumkan aksi korporasi strategis di Kendal, pergerakan harga saham KIJA di bursa justru mengalami tekanan sepanjang pekan ini.
Pada perdagangan penutupan pekan, Jumat, 2 Oktober 2026, harga saham KIJA tercatat melemah 7 poin atau terkoreksi 4,43 persen ke level Rp151 per lembar saham.
Saham KIJA bergerak di rentang Rp151 hingga Rp159 dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp20,74 miliar dan volume perdagangan 1,35 juta lot saham.
Pelemahan pada akhir pekan melengkapi akumulasi penurunan harga saham KIJA yang tergerus hingga 11,18 persen dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Berdasarkan data historis bursa, saham KIJA ditutup menguat di level Rp171 pada Senin, sebelum perlahan meluncur turun ke Rp165 pada Selasa, Rp159 pada Rabu, dan Rp158 pada KamisTekanan jual dari pemodal lokal mendominasi pergerakan harga di tengah penyesuaian portofolio sektor properti.
Di sisi pergerakan investor asing, data bursa mencatatkan aksi jual bersihpada saham KIJA sebesar Rp402,77 juta pada perdagangan JumatTotal penjualan asingmencapai Rp6,29 miliar berbanding pembelian asingsebesar Rp5,88 miliar.
Namun secara akumulatif, investor asing sempat mencatatkan beli bersihsebesar Rp4,66 miliar pada perdagangan Kamisdan Rp1,10 miliar pada Selasa
Konsolidasi lahan industri di Kendal diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi kinerja fundamental Jababeka dalam jangka panjang.
Dengan kepemilikan penuh pada Indocargomas Persada dan penguasaan 51 persen saham KIS, KIJA memiliki ruang ekspansi yang luas untuk menggaet investor manufaktur baru di koridor strategis Jawa Tengah.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.