PLN Perlu Perkuat Jaringan Listrik, IEEFA Ingatkan Kasus Blackout Iberia Jadi Pelajaran untuk RI

DPR Tagih Perlindungan OJK-BEI Terhadap Investor Ritel saat IHSG Ambruk 30 PersenLaporan Keuangan Danantara tak Kunjung Terbit, Ada Apa di Balik Lamanya Audit?

Ada lubang yang cukup lebar di antara kebutuhan dan kemampuan investasi tersebut. IEEFA menilai kesenjangan pembiayaan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah anggaran.

Karena itu, IEEFA mendorong PLN agar pengembangan energi terbarukan dan penyimpanan energi sejak awal ditempatkan sebagai bagian dari desain utama investasi transmisi.

Bukan ditambahkan belakangan ketika jaringan sudah telanjur dibangun dan kebutuhan sistem berubah.

Pendekatan semacam itu dinilai dapat membuat jaringan transmisi Indonesia lebih siap menghadapi risiko kegagalan tata kelola seperti yang terungkap dalam blackout di Semenanjung Iberia.

Bruegel juga mengingatkan Indonesia agar tidak hanya melihat persoalan dari sisi pembangkitan.

Manajemen permintaan listrik perlu ikut diperhitungkan, termasuk dengan meninjau kembali kebutuhan cadangan frekuensi berdasarkan bauran pembangkitan listrik yang akan datang.

Pasalnya, sistem kelistrikan Indonesia hari ini masih sangat dipengaruhi pembangkit batu bara.

Kalau cadangan sistem terus dihitung berdasarkan kondisi hari ini, sementara komposisi pembangkit berubah karena energi terbarukan semakin banyak masuk, jaringan bisa saja menghadapi persoalan yang tidak kelihatan di atas kertas.

“Aturan jaringan perlu ditinjau secara berkala, bukan hanya diperbarui saat terjadi insiden yang memaksa adanya perubahan,” tegas Bruegel.

Jadi, kalau Indonesia benar-benar ingin mengejar energi hijau, pekerjaan rumahnya bukan cuma membangun PLTS sebanyak-banyaknya. Kabel, gardu, transmisi, penyimpanan energi, sampai aturan jaringan juga harus ikut berlari.

Sebab listrik punya satu sifat yang agak menyebalkan. Ia tidak peduli pemerintah sedang punya target transisi energi atau tidak. Ketika jaringan tidak siap, lampu tetap bisa padam.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.