Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Pudar, Harga Emas Stabil

Mengutip Reuters, harga emas spot turun tipis 0,1 persen  menjadi USD4.139,89 per ons pada. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menyusut 0,1 persen ke level USD4.156,8.

“Kita mungkin akan melihat penurunan harga emas dalam waktu dekat sebelum para pembeli masuk secara signifikan, dan itu semua berkaitan dengan fakta bahwa dolar telah menguat dan imbal hasil obligasi meningkat,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di .

Adapun, indeks dolar Amerika Serikatmengalami kenaikan dan membuat logam mulia berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mendekati level tertinggi dalam dua dekade.

“Dalam beberapa hari terakhir, data ekonomi yang kita lihat dari AS sebagian besar mengecewakan ekspektasi, dan hal itu menyebabkan spekulasi kenaikan suku bunga berkurang,” kata Razaqzada.

Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga bulan ini mereda setelah pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan September 2026, sedangkan angka penggajian non-pertanian untuk dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

Menurut CME FedWatch Tool, para pedagang memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga Fed sebesar 22 persen pada bulan Oktober, dibandingkan dengan sekitar 70 persen minggu lalu.

Namun, mereka masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember sebesar 84 persen.

Tingkat bunga yang lebih tinggi dapat menjadi penghalang untuk berinvestasi dalam emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun emas juga dapat digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Kini, investor menantikan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federalbulan September, yang akan dirilis akhir pekan ini.

Laporan tersebut dapat membantu menentukan kebijakan moneter bank sentral di masa mendatang setelah menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Adapun konsultan logam mulia Metals Focus memperkirakan harga emas akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada tahun 2027 karena investor mencari alternatif selain aset tradisional yang didenominasi dolar, dan mereka memprediksi harga logam tersebut akan rata-rata USD5.330 per ons tahun depan.

Di antara logam lainnya, perak naik 1,2 persen menjadi UDD61,09 per ons, platinum naik 1,4 persen ke level USD1.722,15 dan paladium bertambah 0,7 persen ke harga USD1.176,33.

HPE dan HR Emas Periode I Oktober 2026 Dipangkas, Kemendag Beber Penyebabnya

Kementerian Perdaganganmemangkas Harga Patokan Ekspordan Harga Referensikomoditas emas untuk periode I Oktober 2026.

Pada periode ini, HPE emas menurun 3,5 persen menjadi USD139.409,07 per kilogram dari USD144.469,49 per kilogram pada periode kedua bulan lalu.

Selain itu HR emas juga menyusut ke angka USD4.336,11 per troy ouncedari sebelumnya yang mencapai USD4.493,51 per troy oz.

Ketentuan tersebut ditetapkan dalam “Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1925 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1–14 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan, selama periode pengumpulan data, HPE emas turun sebesar 3,5 persen.

Penetapan ini sejalan dengan penurunan HR emas yang sama-sama dipengaruhi dinamika pasar global.

“Penurunan HPE dan HR emas pada periode pertama Oktober 2026 didorong oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional,” kata Tommy dalam keterangannya dikutip, Kamis, 1 Oktober 2026.

Tommy menambahkan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralyang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association

Penetapan ini juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

“Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan kementerian dan lembaga terkait,” pungkas Tommy.

JPMorgan: Bitcoin Berpeluang Ungguli Emas Jika Hedging ETF Mereda

Diberitakan sebelumnya, Analis JPMorgan menilai Bitcoin berpotensi mendapatkan dukungan lebih besar dibandingkan emas jika investor mulai mengurangi posisi lindung nilai melalui ETF.

Dalam laporan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou pada Rabu, 16 September 2026, analis JPMorgan mencatat arus dana masuk ke ETF Bitcoin dan emas kembali meningkat setelah pertemuan Federal Reserve pada akhir Juli.

Momentum tersebut muncul ketika apa yang disebut sebagai perdagangan debasement kembali menguat.

Perdagangan debasement merujuk pada strategi investor mencari aset yang dianggap dapat melindungi nilai ketika kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang kembali meningkat.

Namun, cerita tersebut mulai sedikit berubah dalam sepekan terakhir. JPMorgan menyebut momentum perdagangan debasement melemah setelah imbal hasil obligasi yang telah disesuaikan dengan inflasi meningkat.

Di saat bersamaan, Senat Amerika Serikat gagal meloloskan Clarity Act.

Dampaknya terlihat dari perbedaan pemulihan permintaan ETF emas dan Bitcoin. Menurut analis JPMorgan, permintaan ETF emas telah pulih lebih jauh dibandingkan Bitcoin.

ETF emas bahkan telah berhasil menghapus seluruh arus dana keluar yang terjadi pada awal tahun. Sementara itu, ETF Bitcoin baru berhasil memulihkan sekitar separuh dari arus dana keluar tersebut.

Permintaan terhadap ETF Bitcoin juga kembali melemah dalam beberapa hari terakhir. Justru kondisi inilah yang menurut JPMorgan menyisakan ruang pemulihan apabila arus berita mengenai Bitcoin mulai membaik.

Di tengah tarik-menarik tersebut, posisi investor institusi terhadap emas dan Bitcoin masih tergolong tinggi.

Data posisi kontrak berjangka menunjukkan kedua aset masih mendapatkan dukungan dari investor institusi.Namun, perbedaan yang lebih menarik justru terlihat dari aktivitas short interest di ETF.

JPMorgan mencatat posisi short terhadap iShares Bitcoin Trust ETF milik BlackRock, yang dikenal dengan kode IBIT, masih berada dekat level tertingginya sepanjang tahun ini. Kondisinya berbeda dengan SPDR Gold Shares ETF atau GLD.

Posisi short terhadap ETF emas tersebut justru berada di bawah rata-rata historisnya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.